BPDP Perkuat Dukungan Perkebunan Rakyat Kalbar

  • 20 Agt 2026 20:08 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP memperkuat dukungan bagi perkebunan rakyat Kalimantan Barat (Kalbar) melalui sosialisasi program dan sinergi lintas sektor. Sosialisasi Program BPDP digelar di Pontianak, Kamis, 20 Agustus 2026, melibatkan pemerintah daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat pelaksanaan program perkebunan.

Kalbar memiliki posisi strategis dalam perkebunan nasional. Berdasarkan data BPS 2024, luas perkebunan di Kalbar mencapai 2,9 juta hektare, dengan kelapa sawit mencapai 2,2 juta hektare. Perkebunan rakyat kelapa sawit tercatat seluas 706.355,95 hektare dengan produksi 1.258.714,622 ton per tahun dan melibatkan 284.578 kepala keluarga.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan potensi tersebut harus diimbangi peningkatan produktivitas tanpa memperluas lahan perkebunan. “PSR diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat tanpa menambah luasan lahan. Pekebun didorong melakukan peremajaan dengan benih unggul bersertifikat sehingga kebun dapat kembali produktif dan memenuhi prinsip keberlanjutan,” ujar Zaid.

Kebutuhan peremajaan menjadi perhatian karena terdapat sekitar 41.459,5 hektare tanaman sawit tua atau rusak di Kalbar. Kondisi tersebut menjadi salah satu sasaran Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR.

Sejak 2016 hingga 2026, BPDP telah menyalurkan Rp824,1 miliar untuk PSR di Kalbar. Bantuan tersebut menjangkau 11.412 pekebun dengan luasan mencapai 25.738,5 hektare yang tersebar pada 186 titik. Kabupaten Landak menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbesar, yakni 53 titik, disusul Kabupaten Sanggau sebanyak 50 titik dan Bengkayang 25 titik.

Dalam program PSR, BPDP memberikan dukungan Rp60 juta per hektare dengan maksimal empat hektare per orang. Program ini menyasar pekebun rakyat yang tergabung dalam kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi, maupun kelembagaan pekebun lainnya.

Selain peremajaan, BPDP memberikan dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan mutu hasil perkebunan. Di Kalbar, dukungan sarana dan prasarana periode 2022–2026 mencapai Rp59,48 miliar. Program tersebut menjangkau 765 pekebun dengan luasan 2.179,9 hektare di 13 titik pada enam kabupaten.

BPDP juga memperkuat sumber daya manusia melalui beasiswa dan pelatihan. Sepanjang 2016–2025, sebanyak 594 mahasiswa asal Kalbar menerima Beasiswa Sawit, sedangkan 796 peserta mengikuti pelatihan perkebunan selama satu dekade.

Pengembangan sektor perkebunan turut didukung riset, termasuk penelitian Universitas Tanjungpura mengenai antifungi untuk mencegah infeksi Ganoderma boninense. BPDP juga melihat peluang pengembangan kakao dan kelapa di Kalbar.

Melalui sosialisasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah, KPPN, Kanwil DJPb, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya, BPDP mendorong program perkebunan semakin tepat sasaran, produktif, dan berkelanjutan.


Baca juga: Franciscus Sibarani Jembatani Penyelesaian Tumpang Tindih Lahan Sawit Ketapang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....