QRIS Kalbar Tembus Rp6,5 Triliun, Transaksi Tumbuh 112 Persen

  • 17 Agt 2026 13:33 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Transaksi digital melalui QRIS di Kalimantan Barat terus melesat, seiring meningkatnya penggunaan pembayaran nontunai oleh masyarakat dan pelaku usaha daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan hingga Juli 2026 jumlah merchant QRIS telah mencapai 552.573 merchant atau mencakup sekitar 74 persen UMKM di Kalbar.

Pertumbuhan tersebut juga tercermin dari nilai transaksi yang mencapai Rp6,5 triliun, meningkat 112 persen secara tahunan. Sementara volume transaksi tercatat sebanyak 62 juta kali transaksi.

“Pertumbuhan QRIS di Kalimantan Barat terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Merchant sudah mencapai 552.573, sementara nilai transaksinya mencapai Rp6,5 triliun,” ujar Doni Septadijaya saat Puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 di Jalan Diponegoro Pontianak, Minggu, 16 Agustus 2026.

Menurut Doni, capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Bank Indonesia pun terus mendorong inovasi agar QRIS dapat digunakan pada berbagai sektor dan kebutuhan transaksi.

Salah satunya melalui QRIS Tap yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran cukup dengan mendekatkan gawai pada perangkat transaksi, sehingga pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis.

Inovasi lainnya adalah QRIS Sampan yang diterapkan untuk mendukung transaksi penyeberangan dari kawasan Waterfront Pontianak menuju Siantan. Sementara QRIS Border diarahkan untuk memperluas penggunaan transaksi digital di kawasan perbatasan, termasuk seiring perubahan status Bandara Singkawang menjadi bandara internasional.

“Kita terus mendorong inovasi QRIS agar penggunaannya tidak hanya berkembang di perkotaan, tetapi juga mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” kata Doni.

Perluasan QRIS antarnegara juga diperkuat melalui inisiatif QRIS BENTANG yang dikembangkan sebagai strategi mendorong konektivitas pembayaran digital di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.

QRIS BENTANG mencakup tiga pendekatan, yakni QRIS Bentang Perbatasan, QRIS Bentang Penerbangan, dan QRIS Bentang Peningkatan Konektivitas.

Doni menegaskan, penguatan ekosistem QRIS di Kalimantan Barat tidak hanya bertujuan memudahkan transaksi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses UMKM terhadap sistem pembayaran digital.

“QRIS kita dorong menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital yang memberikan kemudahan dan efisiensi, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sistem pembayaran,” pungkasnya.

Baca juga: https://rri.co.id/pontianak/regional/2657294/pacak-meriahkan-hut-ri-ke-81-di-pontianak

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....