PKBI Dorong Anak Pahami Hak Kesehatan Reproduksi dan Cegah Kekerasan Seksual

  • 15 Agt 2026 13:29 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • PKBI Kalbar
  • Hak - Hak kesehatan reproduksi bagi anak
  • Pencegahan kekerasan seksual

RRI.CO.ID, Pontianak - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Barat terus mendorong pemenuhan hak anak, khususnya dalam memahami hak kesehatan reproduksi serta upaya pencegahan kekerasan seksual.

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Kalimantan Barat, Sudiharisman, mengatakan momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat pentingnya membangun generasi yang sehat, berdaya saing, dan terlindungi.

Menurutnya, PKBI menargetkan anak-anak tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjaga diri dari potensi kekerasan seksual yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.

“Target kita di PKBI bagaimana bisa memberikan pemahaman kepada anak tentang hak-hak anak, terutama hak kesehatan reproduksi pada anak,” ujar Sudiharisman, di Pontianak, Jumat, 14 Agustus 2026.

Selain memberikan edukasi, PKBI Kalimantan Barat juga melakukan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan seksual. Anak didorong untuk berani mengatakan tidak serta mampu melindungi dirinya ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.

Sudiharisman menyebut, sepanjang 2026 PKBI Kalimantan Barat telah memberikan layanan kepada sekitar 270 rumah, anak, maupun klien. Layanan tersebut mencakup sosialisasi hak kesehatan reproduksi, hak anak, hingga layanan konseling.

Layanan konseling dapat diakses masyarakat dan anak-anak di Kalimantan Barat melalui telemedicine maupun hotline service. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh layanan secara langsung di Klinik PKBI di Supadio.

PKBI berharap anak-anak di Kalimantan Barat dapat terus beraktivitas, berkembang, dan memiliki daya saing yang tinggi. Di sisi lain, perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, harus terus diperkuat.

“Kami berharap anak-anak di Kalimantan Barat khususnya bisa tetap melakukan aktivitas, tetap berdaya saing yang unggul dan tinggi, bebas dari kekerasan, bebas dari kekerasan seksual, serta tumbuh dan berkembang dengan baik bersama keluarga,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....