GPM Kalbar Sediakan 500 Paket Sembako Harga Bersubsidi
- 11 Agt 2026 14:27 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sekaligus Gelar Pangan Lokal di halaman parkir Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mendorong masyarakat mengonsumsi pangan lokal.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Anita, mengatakan GPM menyediakan 500 paket sembako dengan harga subsidi. Paket tersebut terdiri atas 300 paket berisi beras, minyak goreng dan gula, serta 200 paket beras kemasan lima kilogram.
“Untuk gerakan pangan murah kita menyediakan 500 paket sembako dengan harga disubsidi sehingga terjangkau kepada masyarakat,” ujar Anita, Selasa, 11 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, beras yang disediakan dalam GPM mencapai sekitar 2,5 ton. Selain paket sembako, masyarakat juga dapat membeli sejumlah komoditas pangan dengan harga lebih rendah dari harga normal.
Berdasarkan informasi kegiatan, beras SPHP lima kilogram dijual Rp60 ribu dari harga Rp65 ribu. Beras lokal lima kilogram Rp55 ribu dari harga Rp68 ribu, minyak goreng satu liter Rp15.500, ayam utuh Rp33 ribu, bawang merah seperempat kilogram Rp9 ribu dan bawang putih seperempat kilogram Rp8 ribu.
Sejumlah komoditas lain juga disediakan, di antaranya telur ayam Rp15 ribu per 10 butir, daging kerbau Rp90 ribu per kilogram, telur asin Rp10 ribu per tiga butir dan telur puyuh Rp10 ribu per kemasan.

Anita menjelaskan, GPM juga disandingkan dengan Gelar Pangan Lokal sebagai sarana kampanye untuk meningkatkan konsumsi pangan berbasis potensi daerah. Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai pangan lokal seperti ubi, jagung, keladi, mi sagu dan panganan khas Kalbar lainnya.
“Intinya mengurangi ketergantungan kita kepada beras. Kita mau mendorong agar ibu-ibu lebih aware, lebih suka mengonsumsi pangan lokal,” katanya.
Anita menambahkan, kampanye pangan lokal akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan dan tidak terbatas pada pelaksanaan GPM. Upaya tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional untuk mendorong penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
Baca juga: GPM Kayong Utara Upaya Tekan Inflasi Bantu Daya Beli Masyarakat
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....