Berkat Starlink, Tanjung Beringin Kubu Raya Tak Lagi Blank Spot
- 11 Agt 2026 12:55 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Bantuan Perangkat Internet
- Komisi XIII DPR RI
- Desa Tanjung Beringin
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Keterbatasan akses komunikasi masih menjadi tantangan bagi masyarakat di wilayah pelosok Kalimantan Barat (Kalbar). Salah satunya dialami oleh warga di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.
Akses menuju kawasan ini diketahui cukup menantang. Wilayah Kecamatan Batu Ampar yang didominasi jalur perairan membuat pemerataan infrastruktur fisik, termasuk menara telekomunikasi, seringkali terkendala kondisi geografis dan tingginya biaya logistik.
Akibatnya, Desa Tanjung Beringin selama ini tergolong sebagai kawasan blank spot atau belum terjangkau oleh jaringan telekomunikasi konvensional. Kondisi ini telah lama membatasi warga, khususnya dalam mendapatkan akses informasi digital yang krusial bagi kemajuan daerah.
Menjawab persoalan tersebut, Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, memberikan bantuan satu unit perangkat internet satelit Starlink untuk warga setempat. Bantuan diserahkan melalui tim perwakilan dan diterima langsung oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat.
"Bantuan Starlink gratis ini merupakan bentuk solidaritas dan komitmen nyata saya untuk hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat," ujar Sibarani dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Sibarani menjelaskan bahwa teknologi satelit dipilih karena dinilai paling rasional dan cepat untuk menembus keterisolasian wilayah pesisir.
| Baca juga: Rumah Warga Sungai Kakap Hangus Terbakar |
"Infrastruktur kabel serat optik atau menara BTS (Base Transceiver Station) butuh waktu dan biaya besar untuk masuk ke daerah perairan seperti Batu Ampar. Oleh karena itu, teknologi satelit seperti Starlink adalah solusi paling cepat dan efektif saat ini," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerataan akses digital adalah hal yang mutlak diupayakan demi keadilan sosial. "Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi. Letak geografis tidak boleh lagi menjadi alasan tertinggalnya suatu daerah di era digital ini," kata Sibarani.
Dongkrak Pendidikan dan Ekonomi Pertanian
Kehadiran unit Starlink ini diproyeksikan menjadi titik balik akselerasi pembangunan desa. Di sektor pendidikan, akses internet berkecepatan tinggi dinilai akan mempermudah siswa dan guru mencari bahan ajar, menjalankan sistem pembelajaran digital, serta memperluas wawasan.
Tak kalah penting, akses internet ini juga membawa dampak besar bagi sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi urat nadi perekonomian mayoritas warga. Dengan jaringan yang stabil, para petani kini dapat mengakses berbagai informasi penting secara real-time.
Mulai dari prakiraan cuaca, teknik budidaya tanaman modern, cara penanganan hama, hingga pembaruan harga komoditas di pasar nasional. Keterbukaan informasi ini sangat krusial agar warga memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menjual hasil panen dan tidak lagi bergantung pada rantai tengkulak.
Langkah inisiatif ini diharapkan dapat memantik kolaborasi lintas sektor yang lebih besar. Ke depan, pemenuhan infrastruktur digital di kawasan pesisir dan pedalaman Kalbar diharapkan bisa diakomodasi lebih masif melalui program sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.
Menutup keterangannya, Sibarani menitipkan pesan khusus kepada masyarakat Desa Tanjung Beringin agar fasilitas tersebut dikelola dengan bijak. "Saya titip pesan kepada seluruh perangkat desa dan warga, tolong dijaga alat ini baik-baik. Manfaatkan kuota dan akses yang ada untuk hal-hal produktif yang memajukan desa," kata Sibarani.
Baca juga: Dorong Anak Daerah Maju, Sibarani Fasilitasi Pelajar Kalbar Kuliah ke China
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....