Maulid Nabi di Sambas Timur 8, Warga Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
- 16 Agt 2026 08:59 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di kawasan Jalan Sambas Timur 8, RT 003/ RW 007 (Perum 4) Kubu Raya, Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Kegiatan keagamaan tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Pribadi dan Masyarakat yang Berkah.”
Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB. Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan, keteladanan, serta akhlak mulia Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam sambutannya, ketua panitia Syarif Mohdar mengatakan, jika persiapan kegiatan ini kurang lebih satu tahun lamanya. Sehingga ia menyebut jika kehadiran jamaah merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi penyemangat bagi pihaknya dalam menyelenggarakan kegiatan yang penuh berkah ini.
"Tausiyah nanti yang disampaikan, diharapkan dapat memberikan penguatan nilai-nilai keislaman sekaligus mengajak masyarakat menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Ia pun berharap, peringatan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
"Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kehadiran masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat bersama dalam meneladani akhlak Rasulullah. Semoga nilai kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan masyarakat yang harmonis dan penuh keberkahan," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Syekh Anas Said Azzu'bi, S.Pd.I hadir sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Syekh Anas Said menerangkan jika membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan dan hikmah. Sehingga memperbanyak sholawat adalah bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Dalam ceramahnya, Syekh Anas menjelaskan bahwa setiap bentuk sholawat memiliki keutamaan tersendiri. Sholawat juga menjadi bagian penting ketika umat Islam mengingat, mengenang, dan menceritakan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, Rasulullah SAW memiliki berbagai keistimewaan yang diberikan Allah SWT. Salah satunya digambarkan melalui sejumlah kisah mengenai mukjizat dan keistimewaan Rasulullah dalam segala hal.
Penceramah juga menyinggung keindahan suara Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, para sahabat merasa senang ketika mendengarkan suara Rasulullah SAW, termasuk ketika beliau menjadi imam dalam salat.
“Jadi Bapak Ibu sekalian, banyak sholawat,” ujar Syekh Anas, dalam tausiyahnya.
Ia mengajak jamaah untuk membiasakan diri memperbanyak sholawat dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sholawat juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta umat kepada sosok Nabi Muhammad SAW.
Ia menilai, semakin sering umat bersholawat dan mendengarkan kisah kehidupan Rasulullah SAW, semakin kuat pula kecintaan kepada beliau. Karena itu, sholawat tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga sarana untuk mendekatkan hati kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya.
“Apapun untuk sholawat itu semuanya memiliki fadilah, memiliki suatu hikmah di balik daripada sholawat kepada Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.
Lebih lanjut Syekh Anas berharap, melalui peringatan Maulid Nabi, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menjadikan sifat jujur, amanah, santun, sabar, dan peduli terhadap sesama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Maulid yang diisi dengan tausiyah dan pembacaan sholawat ini, berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Dibalik itu semua, tidak terlepas dari tangan emak-emak yang tergabung dalam Majelis Taklim Aisyiah turut hadir membantu dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Mereka turut mengambil peran dalam menyiapkan dan mengurus konsumsi bagi para penceramah, panitia, maupun jamaah yang hadir.
Sejak sebelum acara dimulai, para anggota Majelis Taklim Aisyiah terlihat sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan konsumsi. Mulai dari menata makanan dan minuman hingga memastikan konsumsi dapat dibagikan kepada para jamaah.
Kekompakan para emak-emak tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran acara. Mereka bekerja secara bersama-sama dengan penuh semangat, sehingga kebutuhan konsumsi selama kegiatan dapat terpenuhi dengan baik.
Keterlibatan Majelis Taklim Aisyiah juga menunjukkan bahwa kesuksesan sebuah kegiatan keagamaan bukan hanya ditentukan oleh penceramah dan rangkaian acara, tetapi juga oleh dukungan para emak - emak yang bekerja di balik layar.
"Berkat gotong royong seluruh pihak, kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari jamaah. Peran para emak-emak Majelis Taklim Aisyiah pun menjadi salah satu bagian yang turut menyukseskan kegiatan tersebut," ucap Juliah, salah seorang Jamaah Majelis Taklim Aisyiah.
Sedangkan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para anggota Majelis Taklim Aisyiah untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan. Kegiatan seperti ini juga menjadi ruang untuk saling menguatkan dalam menjalankan aktivitas keagamaan di tengah kesibukan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri kurang lebih 300 warga, dan tercatat bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah atau 15 Agustus 2026.
Baca juga: Tradisi Antar Ajong Sambas Tampil Modern, Budaya Tetap Terjaga
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....