Generasi Muda Diminta Berani Berkarya dan Tak Takut Gagal di Era Digital

  • 08 Agt 2026 15:58 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Generasi muda Indonesia didorong untuk berani belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dinilai dapat menjadi sarana untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang bagi anak muda menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ferdian Iswara, alumni Google Student Ambassadors (GSA) Class of 2025, dalam program Ngobras RRI Pro 1 Pontianak dengan tema “Merdeka Berkarya di Dunia Digital: Berani Belajar, Berani Berkembang,” Jum’at, 7 Agustus 2026.

Ferdian mengatakan, makna merdeka berkarya di era digital adalah keberanian untuk menuangkan ide tanpa terlalu dibatasi rasa takut terhadap penilaian orang lain. Menurutnya, generasi muda perlu menghargai setiap proses yang telah dilalui dalam menghasilkan sebuah karya.

“Bagi aku, merdeka berkarya adalah di mana ketika pengin kita menciptakan suatu karya dengan ide seunik apa pun itu, kita sudah enggak merasa takut lagi,” ujar Ferdian.

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Pontianak tersebut menilai perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda belajar, bekerja, dan berkolaborasi. Kehadiran berbagai platform digital dan AI membuat proses mencari informasi maupun menyelesaikan pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.

Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi seperti Google Gemini dan Google Workspace yang dapat membantu mahasiswa dalam mencari sumber pembelajaran, mengembangkan ide, serta mengerjakan tugas secara kolaboratif.

“Teknologi itu dapat mengubah cara orang belajar. Apalagi dari cara kita dari setiap sendi-sendi kehidupan kita,” katanya.

Menurut Ferdian, pesatnya perkembangan teknologi membuat kemampuan untuk terus belajar menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda. Ia menyebut konsep tersebut sebagai lifelong learning atau belajar sepanjang hayat.

“Kalau menurut aku, kemampuan untuk kita terus belajar sampai kapan pun yang aku paling suka tuh nyebutnya adalah lifelong learning. Kita harus belajar seumur hidup kita,” ungkapnya.

Ia menilai teknologi berkembang begitu cepat sehingga seseorang yang berhenti belajar berpotensi tertinggal, khususnya dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan kebutuhan keterampilan di masa depan.

Karena itu, generasi muda perlu terus mengulik perkembangan teknologi dan memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan serta meningkatkan kemampuan diri.

Ferdian juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar generasi muda ketika ingin belajar dan berkembang bukan selalu berasal dari keterbatasan teknologi, melainkan dari dalam diri sendiri.

Menurutnya, rasa takut dan keraguan terhadap kemampuan diri dapat menjadi penghambat seseorang untuk mengambil kesempatan.

“Ketika aku mulai ingin belajar, aku ingin mulai berkembang, tantangan yang terbesarnya adalah rasa takut dan rasa meragukan diri sendiri,” ujarnya.

Ia mengajak anak muda untuk tidak membiarkan rasa takut mengendalikan langkah mereka. Menurutnya, keberanian mencoba merupakan bagian dari proses untuk menemukan kemampuan dan peluang baru.

“Kamu enggak boleh takut selamanya. Kamu enggak boleh dikontrol oleh rasa takut. Kita sendirilah yang harus mengontrol rasa takut itu,” tegas Ferdian.

Sedangkan dalam pemanfaatan kecerdasan buatan, Ferdian menekankan pentingnya penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab. Menurutnya, AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan brainstorming dan meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan kreativitas manusia.

Ia mengibaratkan pengguna sebagai nakhoda yang mengarahkan AI sesuai tujuan yang ingin dicapai.

“Jangan AI yang nyetir kita, tapi kita yang nyetir AI,” katanya.

Ferdian menilai manusia tetap harus memahami proses pembuatan sebuah karya atau proyek. AI dapat menjadi partner dalam mengembangkan ide, tetapi keputusan dan kreativitas utama tetap berada pada manusia.

“AI itu adalah partner yang harus kita manfaatkan. Jangan sampai ketika semuanya kita serahkan sama AI, esensi dari manusianya itu hilang,” lanjutnya.

Selain kemampuan teknis, Ferdian juga menilai personal branding menjadi keterampilan penting bagi generasi muda di dunia digital. Jejak karya, pengalaman, dan aktivitas positif di media sosial dapat menjadi bagian dari identitas seseorang di dunia maya.

Menurutnya, personal branding dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membagikan karya atau pengalaman yang sesuai dengan bidang yang ingin dikembangkan.

“Cara paling simpel untuk mengembangkan personal branding adalah jangan sampai merasa takut untuk nge-post segala hal yang positif yang ada di sosial media,” jelas Ferdian.

Ia mencontohkan, seseorang yang ingin dikenal sebagai fotografer dapat mulai membagikan hasil fotografi terbaiknya melalui media sosial. Begitu pula mahasiswa yang memiliki pengalaman organisasi, magang, perlombaan, atau proyek digital dapat menampilkan pengalaman tersebut sebagai bagian dari portofolio.

Namun, ia mengingatkan generasi muda agar tetap memperhatikan jejak digital dan menggunakan media sosial secara positif.

Ferdian juga membagikan pengalamannya membuat sebuah proyek digital yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar. Salah satu proyek yang pernah dibuatnya adalah aplikasi bernama Friend, yang ditujukan bagi orang-orang yang membutuhkan ruang untuk mencurahkan isi hati tanpa takut mendapatkan penilaian.

Dalam proyek tersebut, teknologi AI digunakan sebagai bagian dari sistem aplikasi. Salah satu fitur yang dibuat memungkinkan pengguna menuliskan hal-hal yang sedang mengganggu pikirannya, kemudian menghapusnya melalui fitur yang disebut “luapkan dan bakar”.

Proyek tersebut bahkan masuk dalam 100 proyek terbaik dari sekitar 17 ribu pengembang di Indonesia dalam sebuah ajang yang diikutinya.

Menurut Ferdian, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa karya digital tidak harus selalu dimulai dari persoalan besar. Anak muda dapat melihat permasalahan yang ada di lingkungan terdekat, kemudian mencari solusi melalui teknologi.

“Dari masalah itu aku mencoba membangun solusi teknologi untuk menghadirkan teknologi yang benar-benar berdampak untuk masyarakat,” ungkapnya.

Di tengah kebutuhan terhadap keterampilan teknologi, Ferdian menilai kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah tetap menjadi kemampuan yang sangat penting.

Ia mengatakan kemampuan teknis saja tidak cukup jika seseorang tidak mampu bekerja sama dan menyampaikan gagasannya kepada orang lain.

“Skill-skill yang barusan Kakak sebutkan adalah skill-skill yang kunci banget. Bagi aku itu 100 persen penting dibandingkan kita hanya bisa jago dalam satu hal, tapi kita tidak bisa bekerja sama dalam sebuah tim,” katanya.

Ia mendorong generasi muda untuk terbiasa mendengarkan pendapat orang lain dan menciptakan ruang diskusi yang memberikan kesempatan setara bagi setiap anggota tim.

Menutup perbincangan, Ferdian berpesan kepada generasi muda yang masih bingung menentukan bidang yang ingin ditekuni agar tidak terlalu terburu-buru mengikuti semua tren.

Menurutnya, setiap orang memiliki kemampuan dan keunikan masing-masing. Hal terpenting adalah menemukan aktivitas yang membuat diri sendiri merasa senang dan bersemangat untuk terus belajar.

“Kalau misalnya kamu punya banyak hobi, kamu punya banyak kesukaan yang pengin kamu fokusin, kamu harus lakuin di mana hal tersebut membuat kamu senang,” ujarnya.

Ia mengajak generasi muda untuk mulai bertanya kepada diri sendiri mengenai hal yang membuat mereka bersemangat. Dari sana, kemampuan dapat dikembangkan secara bertahap hingga menjadi keahlian yang dapat dimanfaatkan di dunia kerja maupun untuk menghasilkan karya yang berdampak.

Dengan keberanian untuk mencoba, kemauan belajar sepanjang hayat, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta kemampuan membangun personal branding yang positif, generasi muda dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menghasilkan karya di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....