Masih Takut Ngomong Bahasa Inggris? English Corner Punya Tipsnya!

  • 03 Agt 2026 20:17 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Rasa takut salah mengucapkan kata, khawatir grammar keliru, hingga takut dianggap "sok berbahasa Inggris" masih menjadi hambatan yang sering dialami banyak orang saat belajar bahasa Inggris. Padahal, kemampuan tersebut hanya dapat berkembang jika seseorang berani mencoba dan keluar dari zona nyaman.

Hal itu menjadi pembahasan dalam program English Corner Pro 2 Pontianak yang diselenggarakan pada Minggu, 2 Agustus 2026. Mengusung tema "Say It Like You Mean It: Everyday English Without the Overthinking", program ini menghadirkan dua pengajar dari Kampung Inggris Pontianak, Qizza Ghaitsa Putri Aqilla (Qiqi) dan M. Farel Risqullah (Farel), untuk berbagi tips belajar bahasa Inggris yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak mempraktikkan percakapan sederhana yang sering ditemui saat berkunjung ke coffeshop. Mengingat Pontianak dikenal memiliki julukan “kota 1001 coffee shop”, materi difokuskan pada kosakata dan ungkapan yang digunakan ketika memesan minuman, memilih ukuran cup minuman, menentukan tingkat kemanisan, hingga berinteraksi dengan barista menggunakan bahasa Inggris.

Pembelajaran dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh pemula. Selain mempelajari kosakata, dalam dialog tersebut juga berlatih menyusun kalimat sederhana agar lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi sehari-hari.

Program ini juga menghadirkan segmen "Song of the Day" yang membahas lagu "Mean It" dari LANY featuring Lauv. Pada segmen tersebut, membahas makna lagu sekaligus mempelajari cara pengucapan beberapa bagian lirik sebagai sarana belajar listening dan pronunciation.

Farel mengatakan bahwa rasa percaya diri menjadi modal utama dalam proses belajar bahasa Inggris. Menurutnya, setiap orang perlu mencari lingkungan yang nyaman agar lebih berani berlatih. "Kalau pengen belajar bahasa Inggris, lebih percaya diri aja, terus berusaha cari lingkungan yang aman dan suportif untuk belajar bahasa Inggris," ujar Farel.

Senada dengan itu, Qiqi mengajak generasi muda untuk tidak takut terhadap penilaian orang lain. Ia menegaskan bahwa manfaat terbesar dari belajar bahasa Inggris akan dirasakan oleh diri sendiri. "Jangan takut buat ngobrol dan jangan pikirin omongan orang. Suatu saat kalau kalian bisa ngomong bahasa Inggris, untungnya ada di kalian sendiri," kata Qiqi.

Melalui kegiatan ini, Pro 2 Pontianak berharap semakin banyak anak muda yang berani memulai belajar bahasa Inggris tanpa rasa takut berlebihan atau overthinking. Dengan latihan yang konsisten dan lingkungan yang mendukung, kemampuan berbahasa Inggris dapat menjadi bekal penting untuk pendidikan, dunia kerja, maupun memperluas pergaulan di tingkat global.

Baca juga: Duta Bahasa Kalbar Ajak Masyarakat Meriahkan Festival Literasi "Riak Bertutur"

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....