Pementasan Seni Kesah Selaseh Karya Koreografer Budi, M.Sn.

  • 07 Agt 2026 16:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pagelaran seni berjudul Kesah Selaseh karya koreografer Budi, M.Sn. yang menghadirkan kolaborasi tari, drama, musik, dan pantun dalam satu panggung di Rumah Adat Melayu Pontianak, berhasil memukau pengunjung, Kamis (6/8/2026) malam. Pertunjukan yang mendapat dukungan melalui program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tersebut mengusung semangat menyatukan berbagai generasi dalam ruang seni yang inklusif.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Tembung yang dibawakan oleh anak-anak Sanggar Wiyandriloka sebelum dilanjutkan dengan pementasan utama Kesah Selaseh. Permainan tata cahaya yang disesuaikan dengan setiap adegan turut memperkuat suasana pertunjukan, sementara perpaduan tari, drama, musik, dan pantun menghidupkan alur cerita yang disajikan di atas panggung.

Dalam sambutannya, Budi mengatakan konsep Kesah Selaseh lahir dari gagasan bahwa panggung seni harus menjadi ruang yang dapat diakses dan dinikmati oleh semua kalangan.

"Kami ingin menjadikan panggung ini ruang buat siapa saja. Dari yang muda, yang senior, laki-laki dan perempuan, serta anak-anak dan orang tua," ujar Budi.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut juga berangkat dari sejarah Tari Jepin yang dahulu hanya ditarikan oleh laki-laki. Melalui Kesah Selaseh, nilai tradisi tersebut dihadirkan kembali dengan pendekatan yang lebih terbuka melalui keterlibatan penampil dari berbagai usia dan gender.

Sebanyak 26 penari terlibat dalam pertunjukan ini. Salah satunya, Tartila Bintang Gemilang, mengatakan proses latihan telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Selama proses tersebut, para penampil berlatih secara bertahap sesuai dengan bagian masing-masing sebelum dipadukan dalam latihan keseluruhan menjelang pementasan.

Menurut Tartila, konsep yang diangkat dalam Kesah Selaseh berangkat dari kisah sederhana tentang pertemuan laki-laki dan perempuan di desa pada masa lampau. Cerita tersebut kemudian dikembangkan melalui perpaduan tari, musik, dan teater sehingga menghadirkan sebuah pertunjukan yang utuh.

"Jangan pernah ragu untuk diangkat menjadi tarian. Karena bahkan dari konsep yang kecil pun bisa jadi penampilan yang luar biasa kayak malam hari ini," kata Tartila.

Antusiasme penonton terlihat sepanjang pertunjukan. Tepuk tangan dan sorakan beberapa kali terdengar mengiringi setiap penampilan sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman di atas panggung.

Pementasan ditutup dengan ajakan kepada penonton untuk berjepin bersama para penampil di area pertunjukan. Momen tersebut disambut antusias oleh penonton dan menjadi penutup hangat sebelum seluruh pemain menerima apresiasi berupa tepuk tangan meriah serta mengabadikan kebersamaan melalui sesi foto bersama. Penutup tersebut sekaligus merefleksikan semangat Kesah Selaseh sebagai ruang seni yang menyatukan berbagai generasi dalam kebersamaan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....