Ekonomi Kalbar Tumbuh 5,61 Persen, Lampaui Pertumbuhan Nasional
- 06 Agt 2026 20:17 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Ekonomi Kalimantan Barat pada Triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), melampaui rata-rata nasional yang mencapai 5,29 persen. Kinerja tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi daerah tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi global dan menjadi sinyal positif bagi aktivitas usaha serta investasi di Kalimantan Barat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Much Saichudin, menegaskan pertumbuhan ekonomi Kalbar tetap terjaga meski perekonomian dunia masih menghadapi tantangan.
"Ekonomi Kalimantan Barat pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen, sehingga menunjukkan perekonomian daerah tetap memiliki daya tahan yang baik," kata Much Saichudin.
Ia menjelaskan, negara berkembang masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi dunia. Pada 2026, kelompok negara berkembang diproyeksikan tumbuh 3,8 persen dan meningkat menjadi 4,5 persen pada 2027. Sementara itu, negara maju diperkirakan hanya tumbuh stabil pada kisaran 1,7 hingga 1,8 persen.
Kondisi tersebut diperkuat oleh kinerja positif sejumlah mitra dagang utama Kalimantan Barat. India diproyeksikan tumbuh 6,8 persen, Malaysia 5,8 persen, dan Tiongkok 4,3 persen pada Triwulan II-2026, sehingga tetap menopang permintaan terhadap komoditas ekspor unggulan Kalbar.
Di tingkat nasional, sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan tren yang positif. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) manufaktur berada pada level ekspansi 51,43. Penjualan mobil, sepeda motor, dan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) juga mengalami peningkatan. Meski demikian, nilai tukar rupiah melemah dari Rp16.999 per dolar Amerika Serikat pada Maret menjadi Rp17.767 per dolar Amerika Serikat pada Juni 2026.
Menurut Much Saichudin, pertumbuhan ekonomi Kalbar didorong oleh sejumlah lapangan usaha yang mencatatkan kinerja impresif.
"Sektor pengadaan listrik dan gas tumbuh 12,71 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum meningkat 11,11 persen, serta pertambangan dan penggalian tumbuh 10,06 persen. Sektor-sektor ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat," ujarnya.
Selain itu, produksi ternak, ekspor CPO dan alumina, tingkat penghunian kamar hotel, pengadaan semen, belanja pegawai, serta produksi listrik juga menunjukkan tren pertumbuhan positif yang turut menopang aktivitas ekonomi daerah.
Di balik capaian tersebut, sektor pertanian masih menghadapi tekanan. Produksi padi Kalimantan Barat secara kumulatif pada semester pertama 2026 turun 12,50 persen, sedangkan secara tahunan terkontraksi hingga 23,72 persen.
BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Barat pada Triwulan II-2026 mencapai Rp44,85 triliun atas dasar harga konstan (ADHK) dan Rp90,11 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB). Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Kalbar tumbuh 1,43 persen, sedangkan secara kumulatif semester pertama 2026 meningkat 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut memperlihatkan fondasi ekonomi Kalimantan Barat masih solid. Tantangan pada sektor pertanian menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian, namun penguatan sektor industri, pertambangan, jasa, dan perdagangan diperkirakan akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalbar hingga akhir 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....