BPBD Sambas Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Karhutla

  • 06 Agt 2026 13:03 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Sambas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca ekstrem dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Imbauan ini disampaikan dalam dialog interaktif program Kentongan di RRI SP Sambas pada Selasa 4 Agustus 2026.

‎Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Sambas, Amiruddin, menyampaikan bahwa kondisi cuaca di Kabupaten Sambas saat ini mengalami fase pancaroba yang sulit diprediksi, mulai dari panas terik hingga hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir. Selain itu, potensi fenomena kemarau dan kekeringan yang diprakirakan berlangsung hingga Oktober perlu diantisipasi sedini mungkin.

‎"Tercatat sejak Januari hingga saat ini, terdeteksi sekitar 982 titik panas (hotspot) di Kabupaten Sambas melalui aplikasi pemantauan. Jumlah ini menempatkan Sambas di urutan keempat di Kalimantan Barat, dengan sebaran terbanyak berada di Kecamatan Jawai dan Paloh," ujar Amiruddin.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sambas, Yoelyanto, menegaskan pentingnya edukasi dan pengubahan perilaku masyarakat dalam membuka lahan. Ia mengimbau warga agar menerapkan metode Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), mengingat sebagian besar wilayah rawan karhutla berada di area lahan gambut yang memiliki tingkat risiko tinggi dan sulit dipadamkan jika api sudah membesar.

‎Untuk mengantisipasi keterbatasan personel dan luasnya wilayah Kabupaten Sambas, BPBD rutin menggelar sosialisasi langsung ke lapangan melalui program Karhutla menggunakan mobil operasional hingga ke 10 kecamatan, termasuk wilayah terluar seperti Temajuk dan Selakau Timur. BPBD juga menjalankan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) ke sekolah-sekolah untuk membangun kesadaran bencana sejak usia dini.

‎Menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino, BPBD mengimbau warga yang bergantung pada air hujan untuk mulai menghemat air dan menyiapkan penampungan air seperti tandon, tempayan, atau sumur resapan guna memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....