Yonko 466 Pasgat Perkuat Pemadaman Karhutla di Kubu Raya

  • 05 Agt 2026 20:59 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Parit Seruat, Desa Limbung dan Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, hingga Rabu, 5 Agustus 2026 masih terus berlangsung. Tim gabungan dari berbagai unsur kedaruratan, termasuk prajurit Batalyon Komando 466 Pasukan Gerak Cepat (Yonko 466 Pasgat), dikerahkan untuk melokalisasi api agar tidak merambat ke kawasan permukiman warga dan fasilitas umum.

Cuaca kemarau yang kering disertai embusan angin kencang membuat proses pemadaman semakin sulit. Bara api yang berada di lapisan gambut masih terus menyala di bawah permukaan tanah sehingga berpotensi kembali membesar. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api bahkan sempat mendekati kawasan permukiman dan kompleks sekolah sehingga operasi pemadaman dan pendinginan dilakukan secara maraton pada siang maupun malam hari.

Untuk mempercepat penanganan, personel Yonko 466 Pasgat dibagi ke dalam sejumlah tim taktis. Mereka bertugas mengoperasikan nosel untuk menyemprot langsung ke pusat api di balik semak belukar, menarik selang hingga ke lokasi yang sulit dijangkau, serta memastikan distribusi air dari mobil pemadam tetap lancar agar proses pembasahan lahan gambut berjalan efektif.

Komandan Tim Pemadaman Yonko 466 Pasgat, Lettu Pas Periyanto, menegaskan seluruh personel berkomitmen menyelesaikan operasi hingga api benar-benar padam. Menurutnya, upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus memadamkan kobaran api, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi memperluas kebakaran.

"Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan. Fokus utama kami adalah memastikan api benar-benar padam, mencegah munculnya titik api baru, serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap," tegas Periyanto.

Meski demikian, operasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Krisis sumber air akibat mengeringnya parit-parit di sekitar lokasi, karakteristik gambut yang terbakar hingga ke lapisan dalam, medan yang sulit dilalui, serta kelelahan personel menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan bara api benar-benar padam.

Operasi penanganan karhutla ini melibatkan sinergi lintas sektor antara Yonko 466 Pasgat, BPBD Kabupaten Kubu Raya, Polsek Sungai Raya, Ditsamapta Polda Kalimantan Barat, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I yang memasok kebutuhan air bagi petugas di lapangan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi dampak kabut asap, sementara kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan unsur kesengajaan dalam kebakaran lahan tersebut.

google-preference
Video

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....