Cek Kesehatan Gratis di Singkawang Jangkau 21 Persen Warga
- 05 Agt 2026 11:29 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Singkawang – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Singkawang terus menunjukkan perkembangan. Hingga akhir triwulan kedua 2026, sebanyak 21 persen penduduk telah memanfaatkan layanan tersebut. Pemerintah Kota Singkawang pun terus memperkuat pelaksanaan program melalui perluasan layanan deteksi dini penyakit, termasuk tuberkulosis (TBC), agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Singkawang, dr. Achmad Hardin, mengatakan capaian tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam membangun budaya pemeriksaan kesehatan secara berkala di tengah masyarakat.
“Hingga akhir triwulan kedua tahun 2026, sekitar 21 persen masyarakat Kota Singkawang telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis. Kami terus berupaya meningkatkan cakupan layanan meskipun masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan,” kata Achmad Hardin, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut dia, pelaksanaan program masih dihadapkan pada sejumlah kendala, antara lain keterbatasan tenaga kesehatan, peralatan medis, sarana dan prasarana pendukung, serta gangguan jaringan internet yang menyebabkan sistem pendataan berbasis aplikasi belum berjalan secara optimal.
Meski demikian, kata dia, berbagai hambatan tersebut tidak mengurangi komitmen Pemerintah Kota Singkawang untuk memperluas jangkauan layanan CKG. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mengembangkan pemeriksaan yang tidak hanya berfokus pada penyakit tidak menular, tetapi juga memperkuat deteksi dini penyakit menular, khususnya TBC.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan turut dilengkapi dengan analisis kadar gula darah. Pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi masyarakat yang berisiko mengalami diabetes, mengingat penyakit tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi TBC.
“Melalui pemeriksaan kadar gula darah, kami dapat mengetahui apakah seseorang memiliki indikasi diabetes. Jika ditemukan, penanganan akan segera dilakukan agar kondisinya tidak berkembang dan meningkatkan risiko terinfeksi TBC,” jelasnya.
Selain memberikan penanganan intensif, petugas kesehatan juga memberikan edukasi dan dukungan untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat, termasuk pemberian vitamin sesuai indikasi medis.
Achmad Hardin menambahkan, faktor lain yang turut menjadi perhatian adalah status gizi masyarakat. Menurutnya, gizi yang kurang baik dapat meningkatkan risiko seseorang terpapar TBC, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan lanjut usia.
Karena itu, Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang terus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit. Semakin cepat faktor risiko ditemukan, semakin besar peluang penanganan dilakukan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat maupun menimbulkan penularan.
“Program Cek Kesehatan Gratis merupakan investasi kesehatan masyarakat. Kami berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan ini agar kondisi kesehatannya dapat dipantau sejak dini, sehingga kualitas hidup masyarakat Singkawang terus meningkat,” katanya. (Gun)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....