UNTAN Gelar Lomba "Bercerita lewat Foto" Tentang Mitigasi Bencana
- 04 Agt 2026 14:03 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak -– Sebanyak 13 tim finalis tingkat SMA/Sederajat yang berasal dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak menampilkan karya terbaik mereka dalam Grand Final Lomba "Bercerita Lewat Foto" yang telah diselenggarakan pada Minggu, 19 Juli 2026 di Gedung Konferensi, Universitas Tanjungpura. Perlombaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Universitas Tanjungpura bekerja sama dengan Forum Anak Kota Pontianak, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak ini, bertujuan untuk menciptakan ruang bagi anak dan remaja untuk menyuarakan perspektif mereka mengenai mitigasi bencana melalui karya foto dan narasi.
Berbeda dengan lomba fotografi pada umumnya, Lomba "Bercerita Lewat Foto" tidak hanya berfokus pada kualitas visual, tetapi juga mendorong anak dan remaja menyampaikan pengalaman, pengamatan, serta gagasan mengenai mitigasi bencana melalui foto dan narasi. Sebelum grand final, peserta mengikuti seminar dan workshop mengenai mitigasi bencana, teknik fotografi, serta penyusunan narasi. Bekal tersebut menghasilkan karya-karya yang mengangkat berbagai isu di lingkungan sekitar, seperti drainase yang memicu genangan, pengelolaan sampah, kondisi sungai, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
Pengalaman mengikuti rangkaian kegiatan ini juga memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Tim AlertLens, peraih Juara I yang diketuai oleh Marshanda Aulia Putri, mengaku bahwa perlombaan ini menjadi pengalaman pertama yang memberikan kepercayaan diri bagi timnya untuk menyampaikan gagasan melalui fotografi dan narasi. Menurut Marsha, kesempatan berdialog dengan para juri serta memperoleh apresiasi atas karya yang mereka hasilkan menjadi pengalaman yang berharga.
"Perlombaan ini menjadi pengalaman yang akan selalu kami kenang. Kami tidak hanya belajar menyampaikan pesan melalui foto, tetapi juga semakin percaya diri untuk terus berkarya dan menyuarakan isu-isu di sekitar kami. Semoga kami dapat kembali berpartisipasi pada kesempatan berikutnya dengan kemampuan yang lebih baik," ungkap Marsha.
Kesan positif juga disampaikan Kelompok MDC FURAP, peraih Juara II, dan Tim Trio Buka-Bukaan, peraih Juara III. Keduanya menilai lomba ini mendorong peserta lebih peka terhadap lingkungan serta memberi ruang untuk menyuarakan persoalan sekitar melalui foto dan narasi.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Joshua Fernando, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi anak agar dapat menyampaikan pandangan mereka tentang isu kebencanaan melalui media yang dekat dengan kehidupan mereka.
"Anak sering diposisikan sebagai kelompok yang harus dilindungi saat bencana terjadi. Padahal mereka juga memiliki pengalaman, pengetahuan, dan cara pandang yang dapat menjadi masukan dalam upaya mitigasi bencana. Melalui Lomba “Bercerita Lewat Foto”, kami ingin menghadirkan ruang agar suara mereka dapat didengar melalui foto dan cerita yang mereka hasilkan sendiri," ujarnya.
Menurut Dr. Joshua, keunikan rangkaian kegiatan Lomba “Bercerita Lewat Foto” terletak pada penggunaan metode Photovoice, yaitu pendekatan penelitian partisipatif yang memanfaatkan fotografi sebagai media untuk mendokumentasikan realitas, merefleksikan pengalaman, serta menyampaikan aspirasi peserta terhadap persoalan di lingkungan mereka. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menjadi penerima informasi mengenai mitigasi bencana, tetapi juga menjadi subjek yang aktif mengidentifikasi persoalan sekaligus menawarkan gagasan dari sudut pandang mereka sendiri.
Dalam penyusunan narasi, peserta menggunakan pendekatan SHOWeD untuk mengidentifikasi persoalan yang mereka temui, menjelaskan alasan pentingnya isu tersebut, keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat, serta tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Hasil karya kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri sebagai ruang dialog yang mempertemukan perspektif anak dengan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penelitian mengenai komunikasi partisipatoris kelompok anak dalam mitigasi bencana di Kota Pontianak melalui metode Photovoice, yang bertujuan memahami bagaimana anak memaknai risiko bencana, membangun narasi berdasarkan pengalaman, serta mengomunikasikan gagasan sebagai bentuk partisipasi dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui karya-karya yang dihasilkan, penyelenggara berharap perspektif anak tidak berhenti sebagai hasil perlombaan semata, tetapi dapat menjadi masukan bagi pemerintah, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan komunikasi mitigasi bencana yang lebih inklusif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat pemenuhan hak anak untuk didengar dan dilibatkan dalam isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan mereka, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Pontianak yang semakin ramah anak.
Seluruh karya peserta selanjutnya akan didokumentasikan dalam bentuk modul mitigasi bencana dan peta bencana yang dapat diakses oleh mitra Forum Anak Kota Pontianak sebagai bagian dari kampanye mitigasi bencana dan upaya meningkatkan partisipasi anak dalam pengurangan risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....