Untan Dorong Anak Kubu Raya Bersuara tentang Mitigasi Bencana melalui Photovoice

  • 11 Sep 2026 09:21 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Sebanyak 17 anak yang berasal dari kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat menghadiri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan workshop serta riset mitigasi bencana berbasis Photovoice yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pama Jubata, Pancaroba. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tanjungpura (Untan) bekerja sama dengan Forum Anak Kecamatan Sungai Ambawang ini bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyuarakan pandangan dan pengalaman mereka mengenai kondisi lingkungan serta potensi risiko bencana di sekitarnya melalui karya fotografi.

Berangkat dari hal tersebut, Tim PKM-RSH Sorot Lentera yang diketuai oleh Yakhin Palipuk dan beranggotakan Gusti Fardiansyah, Irene Apriani Nahak, Rosinanda Kyato, serta Dzaki Luthfi Nugroho, di bawah bimbingan Dr. Joshua Fernando, S.I.Kom., M.I.Kom., menghadirkan pendekatan Photovoice untuk melibatkan anak secara aktif dalam memahami dan menyuarakan isu mitigasi bencana melalui fotografi.

Program tersebut dilaksanakan melalui penelitian berjudul “Pemetaan Visual dan Komunikasi Photovoice Melalui Partisipasi Suara Anak Kubu Raya yang Tangguh Bencana.” Kegiatan ini berfokus pada keterlibatan anak sebagai partisipan dalam proses pengamatan, dokumentasi, dan penyampaian perspektif mengenai lingkungan serta potensi risiko bencana yang mereka temui.

Kabupaten Kubu Raya memiliki karakteristik wilayah yang menghadapi berbagai risiko bencana, termasuk banjir serta kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak usia anak. Namun, edukasi kebencanaan selama ini kerap menempatkan anak sebagai penerima informasi, bukan partisipasi aktif. Melalui pendekatan Photovoice, tim berupaya menghadirkan proses yang lebih partisipatif dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk turut menghasilkan dan menyampaikan pengetahuan berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Photovoice digunakan sebagai pendekatan yang menggabungkan fotografi dengan proses bercerita dan refleksi. Anak-anak diajak untuk mengamati lingkungan di sekitar mereka, menentukan hal yang dianggap penting untuk didokumentasikan, kemudian menjelaskan cerita dan pesan yang terdapat di balik foto tersebut.

Regina, salah satu anak partisipan yang terlibat dalam mendokumentasikan dampak kebakaran lahan di wilayahnya, mengungkapkan pentingnya kesadaran dan kehati-hatian dalam mengelola lingkungan di tengah musim kering.

“Biar menjadi pelajaran dan peringatan bahwa kalau membakar sesuatu harus bijak. Harus menyiapkan air sebelum membakar. Mau terjadi kebakaran atau tidak, harus tetap menyiapkan air. Apalagi sudah tahu sedang musim kebakaran, jangan dulu membakar, ujar Regina saat membagikan cerita di balik foto mitigasi bencana yang diambilnya.

Untuk mendukung proses tersebut, tim memberikan pembekalan mengenai konsep dasar Photovoice dan fotografi menggunakan smartphone. Partisipan diperkenalkan pada metode Photovoice serta teknik pengambilan gambar. Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengambilan foto di lingkungan sekitar.

Dalam proses praktik, partisipan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan foto yang menarik secara visual. Mereka juga diajak mempertimbangkan apa yang ingin disampaikan melalui foto, mengapa objek tersebut dianggap penting, dan persoalan apa yang ingin mereka ceritakan kepada orang lain.

Setiap foto kemudian menjadi pintu masuk bagi partisipan untuk bercerita. Melalui proses diskusi, anak-anak diberikan ruang untuk menjelaskan pengalaman, pengamatan, serta pandangan mereka terhadap kondisi lingkungan dan kebencanaan. Dengan demikian, foto diposisikan bukan sekadar sebagai hasil dokumentasi, melainkan sebagai media komunikasi yang memungkinkan suara anak muncul dalam proses penelitian.

Ketua Tim PKM-RSH, Yakhin Palipuk, menjelaskan bahwa penggunaan Photovoice dipilih karena pendekatan tersebut memungkinkan anak berpartisipasi secara lebih aktif dalam proses penelitian.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya diberi tahu tentang apa itu bencana dan bagaimana cara menghadapinya. Kami juga ingin melihat bagaimana mereka sendiri memandang lingkungan mereka, apa yang mereka anggap sebagai persoalan, dan apa yang ingin mereka sampaikan melalui foto,” ujar Yakhin.

Menurut tim, keterlibatan anak dalam isu kebencanaan menjadi penting karena mereka memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda dalam melihat lingkungan. Perspektif tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memahami bagaimana pengetahuan mengenai mitigasi bencana terbentuk di tingkat masyarakat.

Selain memberikan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan dan fotografi, proses Photovoice juga diarahkan untuk mendorong kepekaan partisipan terhadap lingkungan. Anak-anak diajak untuk lebih memperhatikan kondisi di sekitar mereka dan memahami bahwa mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan tindakan ketika bencana terjadi, tetapi juga dengan mengenali risiko dan membangun kepedulian sejak dini.

Foto-foto yang dihasilkan partisipan selanjutnya menjadi bagian dari proses pemetaan visual dalam penelitian. Pemetaan tersebut dapat memperlihatkan bagaimana anak mengidentifikasi lingkungan, risiko, maupun persoalan kebencanaan berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Melalui penelitian ini, tim PKM-RSH Universitas Tanjungpura tidak hanya berupaya meningkatkan pemahaman anak mengenai mitigasi bencana, tetapi juga mendorong terciptanya ruang komunikasi yang memungkinkan suara anak menjadi bagian dari pembicaraan mengenai kebencanaan.

Ke depan, hasil pemetaan visual dan cerita yang dihasilkan partisipan dapat menjadi bahan untuk mengembangkan edukasi mitigasi bencana yang lebih komunikatif, partisipatif, dan dekat dengan pengalaman anak.

Baca juga: Mahasiswa UNTAN Kembangkan WALL-INSPECT, Alat Deteksi Retakan Dinding Berbasis AI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....