HWDI Kalbar Perkuat Kepemimpinan Perempuan Disabilitas
- 03 Agt 2026 21:48 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - HWDI Kalbar memperkuat kepemimpinan perempuan penyandang disabilitas guna mendorong aksi iklim yang inklusif, setara, dan berkeadilan gender.
Penguatan tersebut diwujudkan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalimantan Barat dalam Lokakarya Kepemimpinan Perempuan Penyandang Disabilitas. Lokakarya bertemakan Mewujudkan Aksi Iklim yang Inklusif dan Berkeadilan Gender di Hotel Orchadz Pontianak, Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan yang didukung The Asia Foundation ini menjadi ruang penguatan kapasitas penyandang disabilitas agar lebih berperan dalam isu perubahan iklim.
Sebanyak 79 peserta mengikuti lokakarya tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan ragam disabilitas, seperti tuli, daksa, netra, rungu, hingga intelektual, termasuk sembilan penyandang disabilitas muda yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin di masa depan.
Komitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif juga ditunjukkan dengan kehadiran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah, Sefpri Kurniadi, bersama Ketua Umum HWDI Pusat Revita Alvi dan perwakilan The Asia Foundation, Siti Adijatiningsih.
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang dibacakan Sefpri Kurniadi, pemerintah mengapresiasi HWDI dan The Asia Foundation atas upaya mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam pembangunan, termasuk pada program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi, pengalaman, dan kapasitas kepemimpinan yang sama sehingga harus dilibatkan sebagai subjek pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pun berkomitmen menjamin kesetaraan di seluruh sektor pembangunan.
Ketua HWDI Kalimantan Barat, Linda Fardini, mengatakan lokakarya ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep disabilitas berbasis hak asasi manusia, keterkaitan antara krisis iklim, gender, dan disabilitas, serta pentingnya penyediaan akomodasi yang layak dalam pelayanan publik.
Linda menjelaskan, melalui Program IN-CLIMATE, HWDI bersama The Asia Foundation telah menyusun modul pengembangan kapasitas disabilitas inklusif dalam aksi iklim. Modul tersebut disusun melalui kajian, konsultasi, hingga pelatihan bagi calon fasilitator dari berbagai ragam disabilitas.
"Melalui pelatihan ini kami berharap peserta tidak hanya memahami konsep disabilitas dan aksi iklim, tetapi juga mampu mengintegrasikan perspektif disabilitas dalam setiap kebijakan dan program di institusinya sehingga pembangunan yang inklusif dapat benar-benar terwujud," ujar Linda.
Ia berharap lokakarya ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, dan para pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan aksi iklim di Kalimantan Barat lebih inklusif, berkeadilan gender, dan memberi ruang partisipasi yang setara bagi seluruh warga
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....