Ekspor Kalbar Tembus Lebih dari 207Juta Dolar AS pada Juni 2026
- 03 Agt 2026 20:45 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ekspor Kalimantan Barat pada Juni 2026 melonjak 29,16 persen dibanding bulan sebelumnya dengan nilai mencapai 207,53 juta dolar AS. Ketua Tim Statistik HK, HPB dan HP BPS Kalimantan Barat, Sri Suyatmi, mengatakan peningkatan ekspor pada Juni 2026 terutama didorong oleh naiknya kinerja komoditas lemak dan minyak hewan/nabati serta ikan dan udang.
"Nilai ekspor Kalimantan Barat pada Juni 2026 mencapai 207,53 juta dolar AS atau naik 29,16 persen dibandingkan Mei 2026. Secara tahunan, ekspor juga meningkat 26,86 persen," ujarnya saat Rilis Berita Statistik di BPS setempat, Senin, 3 Agustus 2026..
Sri menjelaskan, kelompok lemak dan minyak hewan/nabati menjadi penyumbang utama kenaikan ekspor bulanan dengan pertumbuhan 29,08 persen. Kinerja tersebut ditopang ekspor fraksi cair minyak sawit senilai 46,35 juta dolar AS dan minyak kelapa sawit olahan sebesar 20,47 juta dolar AS. Selain itu, ekspor ikan dan udang juga melonjak 66,67 persen.
Berdasarkan golongan barang, industri pengolahan masih mendominasi ekspor Kalimantan Barat dengan kontribusi 96,71 persen atau senilai 200,71 juta dolar AS. Nilainya meningkat 28,66 persen dibanding bulan sebelumnya dan tumbuh 29,17 persen dibanding Juni 2025.
Sementara itu, sektor pertanian menyumbang 2,77 persen atau 5,75 juta dolar AS. Nilainya naik 79,69 persen secara bulanan, meski masih turun 3,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun sektor pertambangan hanya berkontribusi 0,52 persen dan mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan.
Malaysia masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai 79,01 juta dolar AS atau 38,07 persen dari total ekspor Kalimantan Barat. Komoditas utamanya berupa fraksi cair minyak sawit senilai 46,35 juta dolar AS. Posisi berikutnya ditempati India sebesar 26,70 juta dolar AS yang didominasi ekspor alumina, disusul Italia sebesar 20,47 juta dolar AS.
Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Barat pada Juni 2026 mencapai 111,30 juta dolar AS atau naik 11,84 persen dibandingkan Mei 2026. Secara tahunan, impor melonjak hingga 225,82 persen.
Menurut Sri, kenaikan impor bulanan dipicu meningkatnya pemasukan kendaraan dan bagiannya sebesar 814 persen, terutama dump truck non-jalan raya senilai 8,79 juta dolar AS. Selain itu, impor pupuk naik 130,49 persen yang didominasi kalium klorida senilai 6,82 juta dolar AS, serta barang dari batu, gips, dan semen yang meningkat 383,82 persen.
Secara tahunan, lonjakan impor terutama berasal dari mesin dan pesawat mekanik yang naik 1.318,91 persen berkat masuknya komponen ketel uap senilai 24,27 juta dolar AS. Kendaraan dan bagiannya meningkat 6.615 persen, sedangkan bahan kimia organik melonjak 3.960 persen didorong impor metanol senilai 5,69 juta dolar AS.
Berdasarkan jenis penggunaan, impor bahan baku dan penolong masih mendominasi dengan porsi 67,05 persen atau 79,97 juta dolar AS. Barang modal menyumbang 31,06 persen atau 35,19 juta dolar AS, sedangkan barang konsumsi hanya 0,12 persen atau 0,14 juta dolar AS.
Tiongkok menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai 77,06 juta dolar AS atau 69,24 persen, terutama berupa komponen ketel uap. Malaysia berada di posisi kedua dengan nilai 18,02 juta dolar AS yang didominasi tenaga listrik, sedangkan Uzbekistan menempati urutan ketiga melalui impor kalium klorida senilai 6,82 juta dolar AS.
Meski impor meningkat, neraca perdagangan Kalimantan Barat pada Juni 2026 tetap mencatat surplus sebesar 96,23 juta dolar AS. Nilai surplus tersebut naik 57,34 persen dibandingkan Mei 2026, namun masih turun 25,65 persen dibandingkan Juni tahun sebelumnya.
Secara kumulatif selama Semester I 2026, surplus neraca perdagangan Kalimantan Barat mencapai 551,37 juta dolar AS. Angka tersebut lebih rendah 262,60 juta dolar AS dibandingkan periode Januari–Juni 2025 yang mencatat surplus sebesar 813,97 juta dolar AS.
Baca juga: BPS Catat Ekspor Kalbar Mei 2026 Turun, Neraca Tetap Surplus
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....