MPLS Dimulai, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Pontianak Rampungkan Fasilitas

  • 30 Jul 2026 22:20 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pontianak mulai dilaksanakan, Kamis 30 Juli 2026. Di tengah dimulainya aktivitas siswa, Pemerintah Kota Pontianak memastikan sejumlah pekerjaan penyempurnaan sarana dan prasarana sekolah masih terus dikebut.

‎Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung kondisi sekolah, mulai dari ruang kelas, aula, rumah ibadah hingga asrama. Menurutnya, sebagian besar bangunan sudah dapat difungsikan meski masih terdapat pekerjaan lanjutan seperti penyempurnaan drainase, jalan lingkungan, penghijauan, serta pengujian utilitas.

‎Ia berharap seluruh pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan sehingga seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal.

‎"Secara umum sudah bisa digunakan sebagian, tetapi di sini masih ada beberapa pekerjaan penyempurnaan, drainasenya, jalan dan kelengkapan lainnya. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan terakhir ini ini semua bisa tuntas, dan tentunya bisa berfungsi secara optimal," ucapnya.

‎SRT 2 Kota Pontianak berdiri di atas lahan seluas 5,7 hektare di Jalan Flora, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara. Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2.

‎Edi berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, mengingat seluruh kebutuhan mereka, mulai dari tempat tinggal, makan, pakaian hingga fasilitas belajar telah disediakan.

‎Sementara itu, Kepala SRT 2 Kota Pontianak Amirudin mengungkapkan, hingga saat ini, dari kuota 270 siswa, sebanyak 236 peserta telah terdaftar. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari Kota Pontianak dan Kabupaten Ketapang.

‎"SRT 2 Kota Pontianak tidak hanya menampung siswa asal Kota Pontianak. Sejumlah siswa dari Kabupaten Ketapang untuk sementara mengikuti pendidikan di sekolah tersebut sambil menunggu pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Ketapang rampung. Setelah sekolah di daerah asalnya selesai dibangun, para siswa akan kembali melanjutkan pendidikan di Ketapang," ucap Amirudin, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....