Psikolog dan Kepala Sekolah Ungkap Cara Menciptakan Ruang Aman bagi Anak

  • 27 Jul 2026 16:44 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, Program IDOLA Pro 1 RRI Pontianak menghadirkan dialog interaktif yang membahas pentingnya perlindungan anak dari sisi psikologis dan lingkungan pendidikan.

Dialog yang berlangsung Minggu, 26 Juli 2026 pukul 10.05–11.00 WIB tersebut menghadirkan Psikolog Klinis Citra Amelia, S.Psi., M.Psi., serta Kepala MTsN 2 Pontianak Edi Setiawan, S.Ag., S.Pd. Keduanya membahas peran keluarga dan sekolah dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi anak.

Psikolog dari Talenta Biro Psikologi dan Dandelion Kids Therapy sekaligus mitra KPPAD Provinsi Kalimantan Barat, Citra Amelia, mengatakan anak merupakan aset penting yang menentukan masa depan bangsa. Karena itu, anak perlu mendapatkan pengasuhan yang penuh kasih sayang, perlindungan, serta dukungan agar dapat berkembang secara optimal.

“Anak itu adalah aset dan pondasi penentu kemajuan bangsa ini. Karena itu diperlukan tiga pilar utama, yaitu sayangi dia, lindungi dia, dan pikirkan masa depannya,” ujar Citra.

Menurut Citra, pengasuhan positif dapat dimulai dari lingkungan keluarga melalui tiga hal utama. Pertama, memberikan kasih sayang tanpa syarat agar anak merasa aman dan nyaman. Kedua, memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan didengarkan. Ketiga, membangun kedekatan emosional melalui waktu berkualitas bersama anak.

Ia menilai, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Anak tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga pendampingan dan contoh nyata dari lingkungan terdekat.

“Anak-anak sebenarnya tidak pernah baik dalam mendengar, tetapi mereka tidak pernah gagal dalam meniru. Berikanlah mereka contoh yang baik agar ke depannya mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik pula,” kata Citra.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Pontianak, Edi Setiawan, menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak. Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan MTsN 2 Pontianak adalah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mengedepankan nilai kasih sayang dalam proses pembelajaran.

“Salah satu wujud cinta kita kepada anak adalah melaksanakan Kurikulum Berbasis Cinta. Kurikulum ini mendekatkan materi pembelajaran kepada aspek cinta kepada Allah dan Rasul, sesama, alam, serta cinta kepada diri sendiri,” kata Edi.

Selain penerapan kurikulum, pihak sekolah juga melakukan sejumlah upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi peserta didik, salah satunya melalui pengaturan kelas putra dan putri secara terpisah. Edi mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang belajar yang nyaman serta mencegah terjadinya perundungan, pelecehan, maupun kekerasan verbal di lingkungan sekolah.

“Ini adalah salah satu upaya memberikan hak-hak anak secara utuh agar mereka berkembang tanpa khawatir adanya pembulian, pelecehan, maupun kekerasan verbal,” ucapnya.

Dalam mendukung pengembangan potensi siswa, MTsN 2 Pontianak juga menyediakan 26 kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari bidang karya ilmiah, bahasa internasional, hingga tahfiz. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.

Melalui dialog Hari Anak Nasional tersebut, kedua narasumber mengingatkan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga atau sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Dengan memberikan kasih sayang, menciptakan lingkungan aman, serta mendukung potensi anak, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, dan siap membangun masa depan.

Baca juga: Ruang Pasien Merapat! Band rumahsakit Bakal Tampil di Pontianak

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....