BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 206 Mahasiswa STAKatN saat PPL
- 31 Jul 2026 07:24 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Sebanyak 206 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan Jamsostek ini berlaku selama menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2026.
Ratusan mahasiswa tersebut menerima kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang diserahkan secara simbolis di Kampus STAKatN Pontianak. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STAKatN Pontianak, Lukas Ahen, serta dihadiri Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Muhammad Ikram, Kamis, 30 Juli 2026.
Program ini merupakan bentuk komitmen STAKatN Pontianak yang secara konsisten setiap tahun mendaftarkan seluruh mahasiswa peserta PPL sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan diberikan selama enam bulan ke depan.
Selama masa tersebut, seluruh peserta PPL mendapatkan manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM). Dengan demikian, mahasiswa memiliki perlindungan apabila menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya selama menjalankan praktik di lapangan.
Pada tahun ini, biaya kepesertaan juga menjadi lebih terjangkau setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025 yang memberikan potongan iuran sebesar 50 persen. Melalui kebijakan tersebut, iuran yang dibayarkan untuk setiap mahasiswa hanya sebesar Rp50.400 untuk masa perlindungan selama enam bulan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Suhuri, mengapresiasi komitmen STAKatN Pontianak dalam memastikan mahasiswa memperoleh perlindungan jaminan sosial sejak menjalani praktik kerja.
"Kami mengapresiasi komitmen STAKatN Pontianak yang secara konsisten memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada mahasiswanya. Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya agar peserta didik memperoleh perlindungan sejak memasuki dunia kerja maupun kegiatan praktik lapangan. Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan cakupan kepesertaan sehingga mahasiswa dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan terlindungi," ujar Suhuri.
Melalui kerja sama tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak perguruan tinggi mengikutsertakan mahasiswa peserta praktik dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Langkah ini dinilai penting untuk membangun budaya keselamatan kerja sejak dini sekaligus memberikan rasa aman bagi mahasiswa dalam memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....