BPBD Kalbar Fokus Tangani Karhutla, Warga Diimbau Aktif Melaporkan Titik Api
- 30 Jul 2026 08:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Meski jumlah titik panas (hotspot) mengalami penurunan, petugas di lapangan masih menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca kering dan sulitnya sumber air, terutama pada kawasan lahan gambut.
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Informasi BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan berdasarkan pembaruan data per 27 Juli 2026 pukul 23.00 WIB, jumlah titik panas di Kalbar mengalami penurunan signifikan dibandingkan sebelumnya.
Dari yang sempat mencapai lebih dari 1.300 titik, saat ini terpantau sekitar 200 titik panas. Dari jumlah tersebut, terdapat sembilan titik dengan kategori tinggi yang masih menjadi perhatian.
“Berdasarkan update data tanggal 27 Juli pukul 23.00 WIB, sebaran titik panas di Kalimantan Barat tersisa 200 titik dari 1.300-an sekian. Dari 200 titik panas ini, kategori tinggi ada sembilan titik. Namun perlu diperhatikan bahwa titik panas itu belum tentu api, sehingga tim Satgas Darat Terpadu melakukan ground check untuk melakukan verifikasi,” ujar Daniel dalam dialog bersama RRI.
Menurut Daniel, wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan Karhutla saat ini berada di Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, dan Kayong Utara. Sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan biasa.
Lahan gambut menyimpan material organik yang mudah terbakar, termasuk di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan teknik khusus karena api dapat tetap menyala meskipun tidak terlihat di permukaan.
“Kalau lahan gambut itu tanah organik yang sangat tebal, mudah terbakar di bawah karena banyak serabut-serabut yang sudah kering. Di permukaan api sudah tidak ada, tetapi asap tetap muncul karena api berada di bawah. Karena itu pemadaman tidak bisa hanya menggunakan selang, tetapi menggunakan teknik suntik gambut,” jelasnya.
Saat ini, salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan adalah Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penanganan dilakukan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap aktivitas masyarakat, termasuk operasional Bandara Internasional Supadio dan akses transportasi lainnya.
Dalam proses pemadaman, BPBD bersama Satgas Darat Terpadu juga melibatkan pemadaman udara (water bombing) untuk menjangkau area yang sulit diakses. Selain itu, BPBD Kalbar telah mengusulkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Daniel menegaskan, penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat. Ia mengimbau warga untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya api atau kepulan asap, terutama saat kondisi masih kecil sehingga dapat ditangani lebih cepat.
“Penanggulangan bencana asap akibat Karhutla bukan tugas pemerintah semata, tetapi tanggung jawab bersama. Masyarakat bisa berperan aktif minimal dengan melaporkan jika menemukan ada api yang masih kecil kepada petugas desa, RT, atau RW,” katanya.
Selain melaporkan kejadian kebakaran, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan di area rawan.
Daniel juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton ketika terjadi kebakaran, tetapi ikut membantu upaya pencegahan dan penanganan sesuai kemampuan masing-masing.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari asap. Upaya pemerintah akan lebih maksimal apabila mendapat dukungan dari seluruh masyarakat,” tuturnya.
Bagi masyarakat Kalimantan Barat yang menemukan titik api atau kejadian Karhutla di sekitar wilayahnya, laporan dapat disampaikan melalui Call Center BPBD Provinsi Kalimantan Barat selama 24 jam melalui WhatsApp 0812-6667-6795.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....