Harga Sembako Mahal, Operasi Pasar Murah Pontianak Digelar
- 03 Okt 2026 22:10 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Pemerintah Kota Pontianak menggelar Operasi Pasar pada 4 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB untuk mengendalikan inflasi lokal.
- Operasi Pasar melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Pontianak, Bank Indonesia, dan sejumlah mitra strategis.
- Kegiatan ini merupakan respons terhadap tekanan inflasi yang disebabkan oleh cuaca ekstrim dan dampak kebakaran hutan serta lahan di wilayah Pontianak.
RRI.CO.ID, Pontianak - Pemerintah Kota Pontianak bersama Bank Indonesia dan sejumlah mitra akan menggelar Operasi Pasar dalam rangka pengendalian inflasi daerah akibat cuaca ekstrim dan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di Halaman Dinas Kesehatan PMI Kota Pontianak, Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Operasi pasar ini menyediakan berbagai komoditi bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di bawah harga pasaran. Masyarakat dapat membeli sayur-mayur, telur, beras, gula, minyak makan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Pelaksana Tugas Walikota Pontianak bersama jajaran disebutkan akan hadir langsung untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi warga. Kegiatan ini juga didukung oleh Bank Kalbar, Bulog, BCA, Mandiri, Pelindo, PLN, Alfamart, Indofood, dan berbagai stakeholder lainnya sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Panitia mengimbau warga yang akan berbelanja untuk membawa tas atau kantong belanja sendiri, karena panitia tidak menyediakan kantong plastik. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pengurangan sampah plastik di Kota Pontianak.
Tak hanya sembako murah, warga juga akan mendapatkan bonus layanan tambahan. Dinas Kesehatan Kota Pontianak akan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di lokasi. Sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak membuka layanan pengaduan untuk masyarakat.
Pemkot Pontianak berharap melalui operasi pasar ini, tekanan inflasi dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrim dan karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....