KPAD Libatkan Penyuluh Agama Cegah Kekerasan Anak sejak dari Keluarga
- 28 Jul 2026 14:34 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak mendorong keterlibatan penyuluh agama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui penguatan nilai-nilai agama dan moral di lingkungan keluarga. Langkah tersebut diwujudkan melalui Forum Konsolidasi bertema Optimalisasi Peran Penyuluh Agama sebagai Agen Perlindungan Anak dan Pembina Generasi Muda melalui Revitalisasi Remaja di Lingkungan Rumah Ibadah yang Moderat, Inklusif, dan Ramah Anak.
Ketua KPAD Kota Pontianak Niyah Nurniati mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026. Menurutnya, perlindungan anak perlu dimulai dari hulu persoalan, yakni keluarga, bukan hanya menangani kasus setelah terjadi.
"Selama ini kita lebih banyak mendengar persoalan anak di hilir. Karena itu kami mencoba menyelesaikannya dari hulu dengan menanamkan nilai-nilai agama dan moral sebagai fondasi keluarga melalui bantuan penyuluh agama," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.
Niyah menjelaskan, penyuluh agama dari seluruh agama memiliki peran strategis karena secara kelembagaan telah memiliki tugas pokok, fungsi, anggaran, dan kewenangan dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat.
Ia berharap optimalisasi peran tersebut mampu memperkuat ketahanan keluarga sehingga anak-anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan maupun penyimpangan sosial.
"Kami juga merekomendasikan kepada Kementerian Agama agar persoalan anak dan remaja menjadi salah satu fokus penyuluh agama. Ketika fondasi agama dan moral keluarga kuat, anak-anak diharapkan tidak menjadi korban bahkan pelaku kekerasan," kata Niyah.
Menurutnya, sinergi antara KPAD dan penyuluh agama menjadi langkah preventif untuk membangun lingkungan keluarga yang lebih aman, sehingga angka kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pontianak dapat ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....