Inflasi Kalbar September 0,79 Persen, Tertinggi Selama 17 Bulan Terakhir
- 02 Okt 2026 12:51 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Inflasi Kalimantan Barat (Kalbar) September mencapai 0,79 persen, menjadi yang tertinggi dalam 17 bulan terakhir akibat kenaikan harga sejumlah komoditas. Badan Pusat Statistik atau BPS Kalbar mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2026 berada di level 112,76, meningkat dari 111,88 pada Agustus 2026.
Statistik Ahli Madya BPS Kalbar, Sri Suyatmi, menyampaikan perkembangan tersebut dalam Berita Resmi Statistik di BPS Kalbar, Kamis, 1 Oktober 2026. Kenaikan IHK tersebut tercermin dari inflasi bulanan sebesar 0,79 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 17 bulan terakhir, setelah sebelumnya inflasi bulanan tertinggi tercatat pada April 2025 sebesar 0,95 persen.
“Inflasi September 2026 sebesar 0,79 persen ini merupakan inflasi bulanan tertinggi dalam 17 bulan terakhir," ucapnya.
Secara tahunan, inflasi Kalbar mencapai 4,35 persen dibandingkan September 2025. Sementara inflasi tahun kalender atau year-to-date tercatat sebesar 3,64 persen.
Dari 11 kelompok pengeluaran yang menjadi komponen penghitungan IHK, tujuh kelompok mengalami inflasi dan tiga kelompok mengalami deflasi. Sementara satu kelompok, yakni pendidikan, tidak mengalami perubahan harga.
Menurutnya, komposisi tersebut menunjukkan pergerakan harga pada September berlangsung cukup luas di sejumlah kelompok konsumsi masyarakat. Pada saat yang sama, deflasi di tiga kelompok turut menahan laju kenaikan harga secara keseluruhan.
| Baca juga: PGRI Kalbar Bahas Persiapan Porsenijar 2026 |
Perubahan harga tersebut menjadi bagian penting dalam membaca perkembangan biaya konsumsi masyarakat Kalbar. BPS menggunakan pergerakan IHK dan inflasi sebagai salah satu indikator untuk menggambarkan dinamika harga di daerah.
Dengan inflasi bulanan yang mencapai level tertinggi dalam 17 bulan terakhir, perkembangan harga September 2026 menjadi catatan penting bagi stabilitas ekonomi Kalbar.
Baca juga: BBM, El Niño hingga Ekspor Alumina Pengaruhi Indikator BPS
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....