Polres Kubu Raya Imbau Warga Gunakan Masker, Jerebu Karhutla Kian Pekat
- 25 Jul 2026 17:52 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Langit Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jerebu yang semakin pekat tidak hanya membatasi jarak pandang, tetapi juga menyebabkan kualitas udara berada pada kategori kurang sehat sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko paparan asap, terutama penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan masyarakat tidak boleh menganggap remeh kondisi kualitas udara yang saat ini terus memburuk.
"Gunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah. Jangan menganggap remeh kondisi kualitas udara yang sedang kurang sehat. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas," ujar Ade, Sabtu, 25 Juli 2026.
Di sisi lain, upaya pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan di sejumlah titik kebakaran. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta relawan terus berjibaku memadamkan api agar tidak meluas.
Perjuangan di lapangan tidaklah mudah. Petugas harus menghadapi medan gambut yang sulit dijangkau, suhu yang tinggi, kepulan asap pekat yang mengganggu pernapasan, hingga ancaman kobaran api yang dapat membesar sewaktu-waktu akibat perubahan arah angin.
Ade menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kerja keras petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Selain mematuhi imbauan kesehatan, masyarakat juga diharapkan turut mendoakan keselamatan personel yang masih bertugas di lapangan.
"Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya agar seluruh tim gabungan yang saat ini berada di lapangan selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam memadamkan serta melakukan pendinginan di lokasi karhutla," katanya.
Menurut Ade, karhutla merupakan persoalan bersama yang dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, kebakaran juga mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, serta merusak lingkungan yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. "Mari kita saling peduli dan saling membantu. Jangan ada lagi rasa tidak peduli terhadap lingkungan maupun terhadap sesama. Kita menghirup oksigen yang sama dan kita juga hidup di lahan yang sama. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," katanya, menegaskan.
Polres Kubu Raya berharap masyarakat terus waspada terhadap dampak kabut asap dengan membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperparah bencana karhutla. Di balik kabut asap yang masih menyelimuti Kubu Raya, kerja keras tim gabungan terus berlangsung tanpa henti. Namun, upaya memulihkan lingkungan dan mencegah bencana serupa hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....