BMKG: Kalbar Masuki Fase Rawan Karhutla, Hotspot Tembus 552 Titik

  • 24 Jul 2026 06:54 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mengingatkan masyarakat Kalimantan Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya suhu udara, berkurangnya potensi hujan, serta terdeteksinya 552 titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Reny, mengatakan kondisi cuaca pada Jum'at, 24 Juli 2026, secara umum didominasi cerah hingga berawan di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat.

"Dari pagi hingga siang, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat diprakirakan didominasi cuaca cerah hingga berawan. Memasuki siang hingga sore kondisi umumnya berawan, sedangkan malam hingga dini hari kembali didominasi cerah hingga berawan," ujar Reny dalam prakiraan cuaca yang disiarkan melalui Warta Berita Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Jum'at, 24 Juli 2026.

Reny menjelaskan angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan berkisar 10–35 kilometer per jam. Sementara itu, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 22–34 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 56–95 persen.

Reny mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang mulai mengalami kondisi kering.

"Masyarakat perlu mewaspadai kenaikan suhu udara dan berkurangnya potensi hujan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan," katanya.

BMKG juga mencatat sebanyak 552 titik panas terpantau di Kalimantan Barat selama 24 jam terakhir. Selain itu, berdasarkan Indeks Kekeringan (Fire Danger Rating System/FDRS) untuk periode 24–30 Juli 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk meningkatkan upaya pencegahan karhutla, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca terbaru melalui siaran RRI maupun kanal resmi BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....