Manggala Agni Andalkan Strategi Atasi Kendala Pemadaman Karhutla Gambut
- 23 Jul 2026 14:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak memastikan keterbatasan sumber air saat musim kemarau tidak menghambat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut. Berbagai strategi diterapkan agar proses pemadaman tetap berjalan efektif meski debit air terus berkurang.
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak, Taufikurohman, mengatakan tantangan pemadaman di lahan gambut berbeda dengan kebakaran di lahan mineral maupun kawasan pegunungan. Selain harus melewati semak belukar dan parit, kondisi tanah gambut yang labil juga membahayakan petugas.
"Lahan gambut itu kalau diinjak agak bergoyang. Teman-teman di lapangan sering kali kakinya terjerembab ke dalam gambut. Apalagi api berada di rongga tanah, sehingga tetap berbahaya meskipun petugas sudah menggunakan alat pelindung diri," ujar Taufikurohman, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, musim kemarau memang menyebabkan debit air di sejumlah sumber air menurun. Namun kondisi tersebut tidak menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman karena petugas telah memiliki pola penanganan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
"Kalau sumber air di permukaan sedikit, kami menggali parit gambut secara manual hingga menemukan air, kemudian menggunakan mesin berkapasitas kecil agar debit air tidak cepat habis. Yang penting pemadaman tetap berlangsung," katanya.
Selain itu, apabila lokasi kebakaran jauh dari sumber air, Manggala Agni memanfaatkan mobil tangki untuk mengangkut air dari sungai besar menuju lokasi pemadaman. Air kemudian ditampung di tandon sebelum dialirkan menggunakan mesin dan selang menuju titik api.
Taufikurohman menegaskan berbagai metode tersebut menjadi bagian dari strategi lapangan agar proses pemadaman tetap berjalan optimal meski menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....