BMKG Sebut Kalbar Berpotensi Hujan Hari Ini namun Risiko Karhutla Masih Mengancam

  • 22 Jul 2026 08:23 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat akan mengalami kondisi cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari, Rabu, 22 Juli 2026. Namun, hujan dengan berbagai intensitas masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah pada siang hingga dini hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Septika, mengatakan hujan ringan diperkirakan turun pada siang hingga sore hari di sebagian wilayah Kabupaten Landak, Sanggau, Kota Singkawang, Mempawah, Kota Pontianak, dan Kubu Raya.

"Untuk siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Landak, Sanggau, Singkawang, Mempawah, Pontianak, dan Kubu Raya. Sementara hujan lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sambas dan Bengkayang," ujar Tika dalam laporan prakiraan cuaca BMKG, di Warta Berita Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Rabu, 22 Juli 2026.

Pada malam hingga dini hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sanggau dan Kayong Utara. Adapun hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

BMKG mencatat angin secara umum bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10–35 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 22–34 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 56 hingga 97 persen.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kenaikan suhu udara dan mulai berkurangnya potensi hujan di sejumlah wilayah.

"Waspadai kenaikan suhu udara dan berkurangnya potensi hujan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Waspadai pula potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat di beberapa wilayah," kata Tika.

Berdasarkan pantauan BMKG, selama 24 jam terakhir terdeteksi 106 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat. Dalam satu pekan ke depan, sebagian besar wilayah Kalbar juga diperkirakan berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem maupun risiko kebakaran hutan dan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....