“Kominfo Masuk Kelas”, Bentengi Pelajar Singkawang lewat Literasi Digital
- 20 Jul 2026 08:56 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Singkawang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang menuntaskan program Literasi Digital Kominfo Masuk Kelas 2026 yang digelar selama lima hari, 13–17 Juli 2026. Sebanyak lima SMP menjadi sasaran edukasi untuk membekali pelajar menghadapi tantangan dunia digital sekaligus mencegah penyalahgunaan media sosial dan judi online.
Program yang menjadi agenda rutin tahunan itu dilaksanakan di SMP Negeri 5 Singkawang, SMP Negeri 8 Singkawang, SMP Negeri 9 Singkawang, SMP Barito, dan SMP Santo Tarsisius, bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala Dinas Kominfo Singkawang, Chantal Novyanti, mengatakan momentum MPLS dipilih agar edukasi digital dapat diterima sejak awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah.
“Agenda Literasi Digital Kominfo Masuk Kelas merupakan program rutin tahunan untuk mengedukasi pelajar, yang memang kami laksanakan bertepatan dengan dimulainya MPLS,” katanya, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menyebut, dari hasil evaluasi, kegiatan ini mendapat respons positif dan antusiasme tinggi dari para siswa. Namun, pihaknya juga menemukan persoalan yang masih menjadi perhatian, yakni penggunaan internet dan media sosial yang belum bijak serta kecenderungan mengakses konten yang kurang bermanfaat secara berlebihan.
Menurut Vivi sapaan akrabnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam mendampingi generasi muda di era digital.
“Kami berharap sekolah semakin memberikan perhatian terhadap perilaku siswa dalam memanfaatkan media digital. Kominfo memiliki peran memberikan edukasi dan literasi, tetapi pembinaan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Selama kegiatan, siswa mendapatkan materi mengenai Bijak Bermedia Sosial dan Bahaya Judi Online bagi Pelajar. Materi tersebut menekankan pentingnya menjaga etika berkomunikasi di ruang digital, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, serta melindungi data pribadi saat menggunakan internet.
Selain itu, para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai berbagai modus judi online yang kini banyak menyasar anak muda melalui media sosial, permainan daring, hingga tautan iklan, beserta dampak buruknya terhadap kondisi ekonomi, psikologis, dan masa depan mereka.
Ia memastikan program literasi digital akan terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif agar edukasi semakin efektif menjangkau generasi muda.
“Apa yang sudah kami laksanakan tahun ini menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya. Harapan kami, siswa yang sebelumnya belum memahami dampak perilaku negatif di dunia maya kini lebih sadar akan risikonya dan mampu menggunakan teknologi secara lebih bijak,” kata Vivi. (Do)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....