BKKBN Kalbar Dorong Remaja Susun Perencanaan Hidup sejak Dini

  • 19 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat (Kalbar) Nyigit Wudi Amini, menegaskan perencanaan hidup menjadi kunci utama membangun generasi muda yang mandiri, berkualitas, dan siap menghadapi masa depan. Menurut Nyigit, tantangan yang dihadapi sebagian anak muda saat ini adalah masih adanya kecenderungan ingin serba instan dan menjalani hidup tanpa perencanaan yang matang. Padahal, keberhasilan di masa depan membutuhkan proses, kerja keras, dan tujuan yang jelas.

"Banyak anak muda yang masih berpikir mengalir saja. Padahal, untuk maju tetap diperlukan perencanaan dan perjuangan," ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BKKBN menghadirkan program Generasi Berencana (GenRe) sebagai wadah pembinaan remaja agar memiliki perencanaan hidup yang baik sejak dini. Melalui program tersebut, remaja didorong menyusun target pendidikan setinggi mungkin, merencanakan karier, menentukan waktu menikah pada usia ideal, hingga mempersiapkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

"Di GenRe kami berharap anak muda memiliki perencanaan hidup yang jelas, mulai dari pendidikan, karier, hingga membangun keluarga yang sehat dan berkualitas," kata Nyigit.

Ia menjelaskan, pendekatan program GenRe tidak hanya menyasar remaja, tetapi juga keluarga yang memiliki anak usia remaja. Edukasi kepada orang tua dinilai penting agar mampu mendukung pilihan dan perencanaan masa depan anak. Nyigit mengungkapkan, saat ini semakin banyak anak muda yang telah memiliki visi yang jelas. Mereka memilih menyelesaikan pendidikan, membangun karier, dan mempersiapkan diri sebelum memutuskan menikah.

"Anak-anak muda sekarang banyak yang sudah visioner. Mereka ingin kuliah, melanjutkan S2, bekerja dulu, baru kemudian menikah," ucapnya.

Namun, menurutnya, pola pikir tersebut terkadang belum sepenuhnya didukung lingkungan keluarga. Masih ada orang tua yang memberikan tekanan kepada anak untuk segera memiliki pasangan atau menikah.

Karena itu, BKKBN juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai kesehatan reproduksi, usia ideal menikah, serta pentingnya kematangan psikologis sebelum membangun rumah tangga.

"Pemahaman orang tua sangat penting agar mereka mendukung perencanaan hidup anak, termasuk memahami pentingnya usia ideal menikah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan kesiapan psikologis," ujar Nyigit.

Ia menegaskan, inti dari seluruh program yang dijalankan BKKBN adalah membentuk generasi muda yang memiliki perencanaan hidup yang matang sehingga mampu meraih masa depan yang lebih baik. "Bagaimanapun juga, anak-anak muda harus memiliki perencanaan hidup yang baik sebagai bekal menuju masa depan yang berkualitas," katanya.

Baca juga: BKKBN Dorong Peta Jalan Kependudukan Hadapi Bonus Demografi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....