PLN: Gangguan Boiler PLTU Sebabkan Penurunan Pasokan Listrik di Kalbar

  • 05 Jul 2026 07:03 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Listrik Andal
  • PT PLN Persero
  • Penyebab Pemadaman listrik Bergilir

RRI.CO.ID, Pontianak – PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat disebabkan gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan kondisi tersebut mengakibatkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.

"Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai dengan kebutuhan operasional," ujar Mukhlis, dalam sebuah rilis, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menegaskan, gangguan yang terjadi tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara. Saat ini, ketersediaan bahan bakar pembangkit dipastikan dalam kondisi aman.

Menurut Mukhlis, PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Upaya tersebut dilakukan dengan memaksimalkan pemanfaatan pembangkit yang masih beroperasi serta menambah pasokan listrik melalui pengoperasian pembangkit milik mitra kerja guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.

PLN memperkirakan proses perbaikan kebocoran boiler membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Setelah proses tersebut selesai, pemulihan sistem kelistrikan diharapkan dapat dilakukan secara bertahap hingga kembali normal.

"PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN," kata Mukhlis.

Atas kondisi tersebut, PT PLN (Persero) juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....