Selasa, 30 Juni 2026, BMKG: Kalbar Berpotensi Hujan Disertai Petir
- 30 Jun 2026 07:06 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Selasa, 30 Juni 2026. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Iskandar, mengatakan hujan ringan pada pagi hingga siang hari diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Landak, Sambas, Sanggau, Melawi, Kota Singkawang, serta Kabupaten Kapuas Hulu.
"Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Landak, Sambas, Kota Singkawang, Kapuas Hulu, Sanggau, dan Melawi. Sementara hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sintang dan Bengkayang," ujar Iskandar, dalam siaran cuaca pada Warta Berita Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Selasa, 30 Juni 2026.
Lanjut Iskandar, memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan meluas ke sejumlah daerah. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Kabupaten Sanggau, Sambas, Ketapang, Kapuas Hulu, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Melawi, Mempawah, Landak, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Adapun hujan lebat diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sintang, Sekadau, dan Bengkayang.
Pada malam hingga dini hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Bengkayang, Ketapang, Melawi, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Sintang. Sedangkan hujan sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Landak dan Sanggau.
Selain itu, BMKG mencatat angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 98 persen.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai angin kencang, petir, dan guntur.
"Waspada hujan yang dapat disertai angin kencang, guntur, dan petir. Waspada juga kenaikan suhu udara serta berkurangnya potensi hujan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan," kata Iskandar.
Dalam laporan pemantauan 24 jam terakhir, BMKG mendeteksi lima titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat. Selain itu, indeks kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan untuk sepekan ke depan berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....