Bengkayang Siaga Karhutla, Desa Tangguh Bencana Jadi Garda Terdepan
- 25 Jun 2026 14:53 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Bengkayang - Kabupaten Bengkayang telah menetapkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak Februari 2026. Langkah ini diperkuat dengan patroli rutin bersama TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api guna menekan potensi kebakaran sejak dini.
Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Bertha Meliani, mengatakan pihaknya juga menggencarkan sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan karhutla bersama berbagai pihak, termasuk perusahaan perkebunan dan masyarakat di wilayah rawan kebakaran.
“Selain patroli, kami melakukan sosialisasi dan pelatihan di IBP Group dari KPN Plantation serta apel siaga karhutla. Kami juga terus mengedukasi masyarakat pesisir di Sungai Raya Kepulauan terkait pencegahan kebakaran lahan,” ujarnya di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Bertha, kondisi karhutla di Bengkayang hingga saat ini masih terkendali dengan jumlah titik api yang minim. Wilayah rawan kebakaran berdasarkan pemetaan BPBD berada di tiga kecamatan, yakni Sungai Raya Kepulauan, Sungai Duri, dan Capkala, yang didominasi lahan gambut.
Untuk mempercepat penanganan di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, BPBD telah membentuk Desa Tangguh Bencana yang melibatkan relawan setempat sebagai garda terdepan saat terjadi kebakaran lahan.
“Mitigasi menjadi fokus utama kami. Investasi pada pencegahan jauh lebih baik dibandingkan penanganan saat bencana sudah terjadi,” ucapnya.
Meski demikian, keterbatasan peralatan masih menjadi tantangan bagi desa-desa tangguh bencana. BPBD terus berupaya mendukung kebutuhan sarana dan prasarana melalui peminjaman peralatan agar penanganan Karhutla di tingkat desa tetap berjalan optimal.
Baca juga: BPBD Kalbar Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman Karhutla Gambut
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....