KB Gratis MKJP BKKBN Kalbar Diminati, Peserta Dapat Insentif

  • 24 Jun 2026 12:19 WIB
  •  Pontianak

RRI.O.ID, Pontianak - Memanfaatkan layanan KB Gratis Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang digelar BKKBN Perwakilan Kalimantan Barat, Dea (21) memilih menggunakan kontrasepsi susuk implant untuk menunda kehamilan dan fokus merawat anak pertamanya yang kini berusia 11 bulan.

Ibu muda tersebut menilai metode MKJP sangat efektif, aman, dan dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari tiga tahun. Menurutnya, penggunaan implant menjadi pilihan paling efisien untuk menjarangkan kehamilan sehingga dirinya dapat lebih konsentrasi mengurus dan merawat buah hatinya.

“Pelayanannya sangat bagus dan bidan-bidan baik, bisa konsultasi dan tanya-tanya juga. Saya memilih susuk implant ini karena takut bobol. Dari pengalaman teman-teman saya ada yang bobol pakai pil, selain itu saya juga takut lupa karena keseharian kadang sambil kerja dan melakukan aktivitas lainnya,” ujar Dea di Pontianak, Selasa, 23 Juni 2026.

Istri Adi Pratama (24) itu mengaku baru pertama kali menggunakan alat kontrasepsi. Keputusan tersebut diambil karena ingin lebih fokus merawat anak terlebih dahulu dan belum berencana memiliki anak dalam waktu dekat agar dapat bekerja dengan lebih tenang.

Hal senada disampaikan Yuandira yang juga memilih menggunakan kontrasepsi susuk implant. Ia berharap metode tersebut dapat membantu menunda kehamilan karena saat ini telah memiliki dua anak yang dirasa sudah cukup bagi keluarganya.

“Pelayanannya sendiri sangat baik dan tidak terasa sakit serta tidak perlu menunggu dalam waktu lama,” katanya.

Yuandira mengaku tertarik mengikuti pelayanan KB tersebut karena selain diberikan secara gratis, peserta juga memperoleh insentif sebesar Rp75 ribu. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kontrasepsi berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya.

Program KB Gratis MKJP yang digelar BKKBN Perwakilan Kalimantan Barat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, sekaligus mendukung upaya menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....