Dampak Kenaikan BBM Non-subsidi, Pertalite di SPBU Wonodadi Kubu Raya Kosong

  • 12 Jun 2026 20:05 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Nusa Asia Wonodadi dengan nomor registrasi 64.783.27 dilaporkan kosong, Jumat 12 Juni 2026. Kondisi ini diduga dipicu lonjakan permintaan masyarakat pasca kenaikan harga BBM non-subsidi.

‎Berdasarkan pantauan di lokasi, area pengisian Pertalite di SPBU yang berada di kawasan Wonodadi tampak lengang. Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat terpaksa membatalkan pengisian setelah petugas menyampaikan stok Pertalite habis.

‎Kekosongan tersebut diduga terjadi akibat peralihan konsumsi masyarakat dari BBM non-subsidi ke Pertalite. Lonjakan permintaan membuat kuota harian yang disalurkan cepat habis, sementara pihak SPBU mengalami keterbatasan dalam memperoleh tambahan pasokan.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyatakan bahwa selaku kepala daerah, dirinya harus tunduk pada keputusan hierarki pemerintahan, meskipun imbasnya berat bagi daerah.

‎"Pertama, saya ingin menyampaikan bahwasanya konsep berbangsa dan bernegara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketika ada keputusan dari pemerintah pusat, sepahit apapun, saya selaku kepala daerah harus saya telan," tegasnya, Jumat 12 Juni 2026.

‎Lebih lanjut, ia mengakui secara terbuka bahwa lonjakan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, sangat membebani masyarakat dan memicu efek domino. Kondisi tersebut diperparah dengan stok Pertalite yang menjadi sulit didapatkan di lapangan.

‎"Terus Pertalite, ya, ini yang jadi persoalan kan langka, sehingga pada akhirnya orang mau tidak mau, khususnya kelas menengah, ya belinya Pertamax," tambahnya.

‎Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berjanji akan terus berupaya mencari jalan keluar dari polemik ini. Sujiwo meminta warga untuk tidak panik dan senantiasa berkoordinasi dengan pihak terkait.

‎"Mudah-mudahan dampak ini kami pemerintah bisa mengantisipasi, dan mudah-mudahan badai yang sekarang sedang kita hadapi ini segera berlalu. Harapan saya, masyarakat tetap harus tenang dan semangat, dan segala sesuatu yang kira-kira perlu dikomunikasikan, lebih baik dikomunikasikan dengan pemerintah," imbau Sujiwo.

‎Ia juga menegaskan pentingnya peran PT Pertamina dalam menjaga ketersediaan pasokan BBM bersubsidi. Ia meminta adanya evaluasi terhadap sistem distribusi agar kelangkaan tidak terus terjadi.

‎Selain itu, ia menekankan perlunya pengawasan ketat untuk mencegah potensi penyimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi dengan melibatkan aparat penegak hukum.

‎"Memang yang paling utama ya Pertamina, agar kelangkaan Pertalite atau kelangkaan bahan bakar yang lainnya itu tidak terjadi," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....