BBPOM Kawal Pangan Aman Bersama Komunitas Desa Sejegi dan Sungai Purun Kecil Mempa
- 12 Jun 2026 14:43 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Mempawah - Dalam upaya memperkuat budaya keamanan pangan di tingkat masyarakat, Balai Besar POM di Pontianak melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Desa bagi masyarakat Desa Sejegi dan Desa Sungai Purun Kecil, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (11/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Sungai Pinyuh ini merupakan bagian dari intervensi Program Desa Pangan Aman yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Sub Bagian Umum Puskesmas Sungai Pinyuh, Afrizal, yang mengapresiasi antusiasme para kader dan peserta serta menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan masing-masing.
“Bimbingan teknis menghadirkan kader keamanan pangan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari BBPOM di Pontianak sebagai narasumber, yang menyampaikan berbagai materi kepada peserta yang berasal dari komunitas ibu rumah tangga, remaja, sekolah, pelaku usaha ritel, dan pengolah pangan,” ujar Afrizal.
Dalam kegiatan ini, lanjut Afrizal, peserta memperoleh pemahaman mengenai potensi bahaya pangan yang meliputi bahaya fisik, kimia, dan biologi, serta langkah-langkah pencegahannya melalui penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan.
“Peserta juga mendapatkan edukasi terkait pencegahan stunting, pentingnya membaca Informasi Nilai Gizi pada label pangan, penerapan pola konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran (GGL 4-1-5), serta pedoman keamanan pangan bagi pelaku usaha,” jelas Afrizal.
Sementara itu Dra. Hariani, Apt. Kepala Balai Besar POM di Pontianak mengatakan, melalui kegiatan ini, BBPOM di Pontianak mendorong terbentuknya jejaring komunitas yang aktif dan berkelanjutan dalam mengawal keamanan pangan di wilayah Kabupaten Mempawah.
“Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat diharapkan mampu memperluas penyebaran informasi dan praktik keamanan pangan hingga ke tingkat keluarga, sehingga masyarakat tidak hanya lebih sadar terhadap pentingnya pangan aman, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh,”papar Hariani.
Selain kegiatan tersebut Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak bersama Pemerintah Kabupaten Mempawah juga menggelar kegiatan Pendampingan Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) pada Kamis (11/6) di Aula Balai Patih, Kantor Bupati Mempawah. Kegiatan yang dihadiri perwakilan berbagai perangkat daerah ini dipimpin oleh Kurdiah, Staf Ahli Bupati Mempawah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya sistem pangan yang aman bagi Masyarakat, khususnya di Kabupaten Mempawah.
Pada kesempatan tersebut, tim BBPOM di Pontianak memaparkan hasil capaian Program KKPA Kabupaten Mempawah tahun 2025 sekaligus mengulas sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai perbedaan hasil penilaian mandiri dengan hasil verifikasi dewan juri, serta contoh data dukung yang dapat digunakan untuk memenuhi indikator penilaian. Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi bersama perwakilan berbagai perangkat daerah guna mengidentifikasi peluang perbaikan dan menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kinerja Program Kabupaten Pangan Aman di Kabupaten Mempawah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....