Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan Pekarangan Produktif Berbasis Komunitas

  • 20 Jul 2026 13:08 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terus memperkuat ketahanan pangan dengan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan produktif berbasis komunitas. Program ini dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan pangan keluarga sekaligus menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan di daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Manto, mengatakan pemanfaatan lahan produktif menjadi salah satu kunci dalam mendukung program prioritas ketahanan pangan. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga memastikan distribusi dan harga pangan tetap terkendali.

"Pemanfaatan lahan produktif menjadi salah satu kunci program prioritas. Dengan pemanfaatan lahan yang optimal, persoalan distribusi maupun harga pangan dapat dijaga sehingga tetap stabil," kata Manto dalam Dialog Pontianak Menyapa Pro 1 RRI Pontianak, Senin 20 Juli 2026.

Manto menjelaskan, penguatan ketahanan pangan melibatkan berbagai perangkat daerah, mulai dari sektor perkebunan, kehutanan, pertanian, hingga hortikultura. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan berfokus pada penanganan pascaproduksi, terutama menjamin ketersediaan pangan, distribusi yang merata, serta harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan Kalbar memilih memfokuskan program pada pemanfaatan lahan pekarangan produktif berbasis komunitas. Pendekatan ini dipilih karena komunitas dinilai menjadi ujung tombak dalam membangun ketahanan pangan berbasis keluarga.

"Kami mengambil porsi yang lebih spesifik, yaitu pemanfaatan lahan pekarangan produktif berbasis komunitas. Komunitas menjadi ujung tombak agar gerakan ketahanan pangan berbasis keluarga ini dapat berkembang luas di masyarakat," ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi program, Dinas Ketahanan Pangan Kalbar telah berkolaborasi dengan sejumlah komunitas, seperti Kalbar Berkebun, Berkebun Organik, Suke Nanam Pohon, dan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalbar.

Program tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, buah-buahan hingga tanaman obat. Bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas, penggunaan polybag menjadi alternatif agar tetap dapat bercocok tanam.

Manto berharap kolaborasi antara pemerintah dan komunitas mampu memperluas gerakan pemanfaatan pekarangan produktif sehingga ketahanan pangan keluarga semakin kuat dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan Kalimantan Barat secara berkelanjutan.

Baca juga: Babinsa Koramil 01/Sambas Wujudkan Ketahanan Pangan Bersama Petani

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....