Terminal Kijing Layani Perdana 70 Peti Kemas Kosong
- 10 Jun 2026 15:45 WIB
- Pontianak
RRI. CO.ID, Mempawah - Pelayanan perdana peti kemas di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Rabu, 10 Juni 2026, menjadi tonggak penting pengembangan logistik Kalimantan Barat. Sebanyak 70 peti kemas kosong (empty container) dibongkar sebagai bagian dari uji operasional sekaligus awal layanan peti kemas reguler yang disiapkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Pontianak.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sebelum layanan peti kemas direalisasikan. Persiapan tersebut meliputi sosialisasi kepada pengguna jasa, koordinasi dengan pelaku logistik, serta penyediaan peralatan pendukung bongkar muat.
"Persiapan pelayanan peti kemas yang telah terealisasi di antaranya sosialisasi kepada pengguna jasa dan penyediaan peralatan," kata Yanto.
Berdasarkan skema layanan yang dipaparkan Pelindo, pelayanan perdana dilakukan menggunakan tongkang MMS 2738 bertipe container barge. Kapal yang dibangun pada 2022 tersebut memiliki panjang sekitar 270 kaki, lebar 80 kaki, kapasitas muatan sekitar 5.300 ton, serta mampu mengangkut hingga 100 TEUs peti kemas 20 kaki dan 40 kaki.
Rute pelayanan perdana peti kemas menghubungkan Pasir Gudang (Malaysia) – Batam – Kijing – ICA – Kijing – Pasir Gudang. Jalur ini diharapkan membuka akses distribusi yang lebih luas bagi pelaku usaha Kalimantan Barat sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan domestik dan internasional.
Kalbar Yanto menjelaskan, Pelindo terus memperkuat kesiapan infrastruktur peti kemas di Terminal Kijing. Saat ini sedang berlangsung pengadaan dua unit Rubber Tyred Gantry (RTG) yang ditargetkan tiba dan mulai beroperasi pada 1 Juli 2026. Kehadiran RTG akan meningkatkan kecepatan dan efisiensi penanganan peti kemas di lapangan penumpukan.
Sebelumnya, Pelindo juga telah menyiapkan peralatan operasional berupa dua unit Harbour Mobile Crane (HMC), reach stacker, head truck dan peralatan pendukung lainnya untuk memastikan layanan peti kemas dapat berjalan optimal. Selain itu, Terminal Kijing juga mulai diperkuat dengan peralatan peti kemas modern, termasuk quay container crane (QCC) sebagai bagian dari pengembangan terminal.
Keberadaan layanan peti kemas di Terminal Kijing dinilai menjadi solusi atas keterbatasan alur pelayaran di Sungai Kapuas yang selama ini membatasi kapal berukuran besar masuk ke Pelabuhan Dwikora Pontianak. Dengan kedalaman dan fasilitas yang lebih memadai, Terminal Kijing diproyeksikan menjadi gerbang logistik utama Kalimantan Barat.
Terminal Kijing sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional yang memiliki terminal peti kemas dengan kapasitas awal 500 ribu TEUs per tahun dan dirancang terus berkembang hingga mencapai 1,95 juta TEUs per tahun. Kapasitas tersebut menjadikan Kijing sebagai salah satu pelabuhan masa depan yang diharapkan mampu mendorong efisiensi logistik, memperkuat ekspor-impor, serta meningkatkan daya saing produk unggulan Kalimantan Barat di pasar internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....