Kijing Mempawah Didorong Jadi Pusat Logistik Terpadu Kalbar

  • 06 Mei 2026 09:06 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi mendorong percepatan operasional penuh Terminal Internasional Kijing sebagai bagian dari ekosistem logistik terintegrasi dan efisien di Kalimantan Barat.

Hal itu disampaikannya dalam FGD percepatan operasional pelabuhan tersebut di Pontianak. Selasa, 5 Mei 2026.

Juli menjelaskan, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 8 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2024–2043, Pelabuhan Internasional Kijing ditetapkan sebagai pelabuhan utama yang terintegrasi dengan Pelabuhan Dwikora Pontianak dalam satu kesatuan sistem.

Ke depan, lanjutnya, porsi operasional pelabuhan utama diperkirakan akan lebih besar berada di Kijing Mempawah dibandingkan Dwikora Pontianak.

“Hal ini dinilai sebagai arah penguatan fungsi pelabuhan dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik regional,”ujarnya.

Juli juga mengungkapkan, Kabupaten Mempawah kini memiliki lima Proyek Strategis Nasional (PSN) setelah terbitnya Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2026. Lima PSN tersebut meliputi Pelabuhan Internasional Kijing yang dikelola KSOP bersama PT Pelindo, fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina (SGAR) oleh PT Borneo Alumina Indonesia, smelter aluminium oleh PT INALUM, pembangkit listrik oleh PT Bukit Asam, serta rantai pasok bauksit oleh PT Antam.

"Jika seluruh PSN tersebut berjalan optimal, dampaknya akan signifikan bagi masyarakat Mempawah, Kalimantan Barat, hingga nasional. Keterkaitan antarproyek dinilai mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah dalam menghadapi ketidakpastian global," imbuhnya.

Ia menegaskan, sinergi antar pemangku kepentingan diperlukan agar operasional Pelabuhan Kijing dapat berjalan maksimal dan mendukung sistem logistik yang lebih efisien.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....