Kerusakan Gambut Picu Karhutla Berulang di Kalbar

  • 09 Jun 2026 18:32 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Kepala Divisi Kajian dan Kampanye Walhi Kalbar, Indra Syahnanda mengungkapkan, kondisi ekosistem gambut di Kalimantan Barat (Kalbar) saat ini banyak yang mengalami kerusakan dan berada pada fase kritis. Dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Pontianak bertema "Mitigasi dan Penyebab Karhutla di Kalbar", Indra menyebut luas lahan gambut di Kalbar mencapai sekitar 2,8 juta hektare.

Di kawasan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) tersebut terdapat 135 perusahaan sawit, 25 izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), serta 123 Izin Usaha Pertambangan (IUP). Menurutnya, temuan Walhi di lapangan menunjukkan banyak perusahaan membuka kanal di kawasan gambut yang berdampak terhadap kerusakan ekosistem gambut.

“Kerusakan kawasan gambut ini menjadi salah satu penyebab karhutla terus berulang setiap tahun,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.

Berdasarkan pantauan Walhi periode Januari hingga April 2026 menggunakan satelit Terra dan Aqua, terdapat 808 titik hotspot di Kalbar. Sebanyak 500 titik berada di kawasan hidrologis gambut dan sekitar 300 titik lainnya berada di luar kawasan gambut.

Indra menilai banyaknya hotspot di kawasan gambut menunjukkan kerusakan ekosistem telah berlangsung lama dan belum dipulihkan secara optimal. Ia mengatakan, pemerintah seharusnya cepat tanggap melakukan pembasahan gambut ketika ditemukan indikasi kebakaran guna mencegah api meluas.

Baca juga: Wabup Mempawah Tegaskan Komitmen Jaga Ekosistem Gambut Mangrove

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....