Gandeng Fatayat NU, Bawaslu Kubu Raya Perkuat Pengawas Perempuan
- 09 Jun 2026 17:26 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Bawaslu Kubu Raya melaksanakan Visit Konsolidasi Demokrasi Pengembangan Jaringan Pengawasan Partisipatif Perempuan Mengawasi bersama Fatayat NU Kubu Raya pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini untuk memperkuat jaringan pengawasan partisipatif perempuan menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kubu Raya, Gustiar, beserta jajaran dan Ketua Fatayat NU Kubu Raya, Jalilah, beserta jajaran pengurus Fatayat NU Kubu Raya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi dalam membangun pengawasan demokrasi yang inklusif dan partisipatif, khususnya dari kelompok perempuan.
Ketua Fatayat NU Kubu Raya, Jalilah, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Bawaslu Kubu Raya dan Fatayat NU dalam upaya penguatan pengawasan partisipatif. “Terima kasih atas waktu dan kesempatan untuk saling berkolaborasi antara Bawaslu dengan Fatayat NU dalam rangka penguatan pengawasan Pemilu partisipatif dan Pemilihan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kubu Raya, Gustiar, menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi bersama organisasi perempuan merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran demokrasi dan pengawasan partisipatif masyarakat menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Ia berharap kegiatan konsolidasi seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara Bawaslu dengan organisasi masyarakat, khususnya organisasi perempuan.
“Bawaslu memiliki kewajiban untuk melakukan pengembangan pengawasan partisipatif dalam menyongsong Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029. Karena itu, kami berupaya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Fatayat NU Kubu Raya, untuk bersama-sama melakukan pengawasan guna mencegah potensi pelanggaran Pemilu dan Pemilihan 2029,” ucap Gustiar.
Selain itu, Gustiar juga menyampaikan bahwa Bawaslu Kubu Raya membuka ruang masukan dan saran dari masyarakat terhadap kerja-kerja pengawasan Pemilu dan Pemilihan agar dapat berjalan lebih baik, khususnya dalam menjangkau komunitas perempuan.
Menurutnya, Bawaslu Kubu Raya memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan pada seluruh tahapan Pemilu, mulai dari pemutakhiran data pemilih, verifikasi partai politik, hingga tahapan lainnya yang menjadi bagian penting dalam proses demokrasi.
Gustiar juga menegaskan pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan demokrasi. “Pendidikan politik penting dilakukan bersama-sama kepada masyarakat karena demokrasi bukan hanya sekadar Pemilu, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya, menjelaskan.
Ia menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat, khususnya kelompok perempuan, memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.
Dalam sesi diskusi, Fatayat NU Kubu Raya turut menyampaikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan Pemilu Tahun 2024. Jalilah menyebut masih ditemukan persoalan dalam proses pemutakhiran data pemilih. “Ada beberapa data masyarakat yang sudah meninggal dunia tetapi masih masuk dalam DPT. Selain itu, ada juga warga yang bekerja di luar negeri namun masih mendapatkan hak pilih,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung demokrasi yang bersih dan bermartabat, Fatayat NU Kubu Raya juga akan melakukan sosialisasi kepada kelompok perempuan dan ibu-ibu agar turut aktif melakukan pengawasan serta tidak terlibat dalam praktik politik uang.
Sementara itu, Nana dari Fatayat NU Kubu Raya menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan melaksanakan sosialisasi pendidikan politik kepada pemilih pemula dan berencana mengundang Bawaslu Kubu Raya sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Melalui Visit Konsolidasi Demokrasi Pengembangan Jaringan Pengawasan Partisipatif Perempuan Mengawasi ini, diharapkan sinergi antara Bawaslu Kubu Raya dan Fatayat NU Kubu Raya dapat terus terjalin dalam memperkuat demokrasi, meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengawasan Pemilu, serta mewujudkan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029 yang jujur, adil, dan bermartabat.
Baca juga: Bawaslu Kubu Raya Gandeng Kampus Awasi Pemilu Partisipatif
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....