Faperta Untan Tawarkan Pengolahan Lahan tanpa Bakar
- 08 Jun 2026 11:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Faperta Untan) Pontianak menawarkan metode pengolahan lahan minimal tanpa bakar sebagai solusi mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Dekan Faperta Untan Pontianak, Prof. Ir. Denah Suswati mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla akibat pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Hanya saja upaya edukasi kepada masyarakat masih perlu lebih digencarkan mengingat dampak kebakaran hutan dan lahan sangat merugikan, baik dari sisi peningkatan emisi karbon CO2 maupun kerusakan lahan yang dapat mengurangi masa produktif lahan pertanian,” ujarnya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Sebagai solusi, Faperta Untan mendorong petani menerapkan sistem pengolahan lahan minimal atau tanpa bakar dengan memanfaatkan bahan organik spesifik lokasi. Metode tersebut dinilai mampu menjaga kelestarian lingkungan dan kesuburan tanah karena dapat mengembalikan unsur hara alami ke dalam tanah sekaligus menekan risiko kebakaran dan erosi.
Namun, Denah mengakui metode pengolahan lahan organik masih kerap dikeluhkan petani karena membutuhkan proses lebih lama dibanding penggunaan bahan anorganik yang mudah diperoleh di pasaran.
“Biasanya mereka (petani-red) lama baru bisa digunakan. Tapi, kalau pakai pupuk kimia (anorganik) bisa mudah diperoleh dipasaran dan lebih cepat,” ucapnya.
Meski begitu, pihaknya terus mengingatkan petani bahwa penggunaan bahan organik memiliki manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan dan kualitas lahan pertanian.
“Kita tetap menyadarkan mereka bahwa penggunaan bahan organik, justru akan memperpanjang masa pakai dan mengurangi kerusakan lahan,” katanya mengakhiri.
Baca juga: Faperta Untan Perkuat Inovasi Ketahanan Pangan Global
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....