Kalbar Berpeluang Jadi Pusat Logistik Internasional Strategis

  • 04 Jun 2026 00:08 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kalimantan Barat dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat konektivitas dan hub logistik internasional karena didukung posisi strategis pada jalur perdagangan darat, laut, dan udara regional maupun global.

Pengamat transportasi intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Alqadrie AH.PNB SE.SSIT., mengatakan letak geografis Kalbar membuka peluang besar untuk berkembang sebagai pusat distribusi dan perdagangan internasional.

“Kalbar memiliki posisi yang sangat strategis, baik dari sisi jalur darat, laut maupun udara. Ini menjadi peluang besar agar Kalbar mampu menjadi pusat distribusi dan perdagangan internasional,” ujarnya di Pontianak, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Syarif, perubahan konstelasi ekonomi dan politik global menjadi momentum bagi Kalbar untuk memperkuat peran dalam rantai perdagangan internasional. Namun, hal itu harus didukung percepatan pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi.

Ia menilai konektivitas jalan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional harus diperkuat, termasuk peningkatan standar kualitas jalan untuk mendukung distribusi logistik.

“Jika jalur distribusi digunakan untuk angkutan kontainer, maka kualitas jalan harus memenuhi standar jalan kelas satu agar tidak cepat rusak akibat beban logistik yang tinggi,” katanya.

Syarif menyebut kondisi infrastruktur jalan di Kalbar masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan potensi ekonomi daerah. Karena itu, ia meminta dukungan pemerintah pusat, daerah, dan legislatif untuk memperkuat pembangunan infrastruktur beserta alokasi anggarannya.

Selain itu, Pelabuhan Kijing disebut menjadi aset strategis Kalbar karena berada di jalur Laut Natuna yang merupakan lintasan perdagangan Asia Pasifik. Pelabuhan tersebut dinilai mampu menjadi pusat distribusi nasional hingga internasional.

“Pelabuhan Kijing bisa menjadi hub logistik nasional untuk Kalimantan bahkan menjadi pintu ekspor ke negara seperti China, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang,” ujarnya.

Syarif juga menilai perpindahan Ibu Kota Nusantara ke Kalimantan Timur dapat menjadi peluang bagi Kalbar untuk memperkuat posisi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Kalimantan.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pengembangan industri hilirisasi agar komoditas unggulan Kalbar tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan produk jadi bernilai tambah.

Selain sektor darat dan laut, Syarif menyoroti potensi ruang udara Kalbar yang berada di jalur penerbangan internasional. Menurutnya, keberadaan Bandara Internasional Supadio sebagai airport of entry berpotensi meningkatkan investasi dan devisa daerah.

“Bandara internasional di Kalbar memiliki peluang besar untuk mendatangkan investasi langsung dari luar negeri karena posisi geografisnya sangat strategis,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....