Bandara Internasional Supadio Komit Tindak Tegas Oknum Pelanggar Hukum

  • 30 Mei 2026 11:09 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Manajemen Bandara Internasional Supadio menegaskan komitmen kuat terhadap penerapan lingkungan kerja yang bersih dan profesional.

Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai dugaan keterlibatan oknum Aviation Security (AVSEC) berinisial MH dalam tindakan penyelundupan barang terlarang di Bandara Internasional Supadio, Manajemen Bandara Internasional Supadio memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, menegaskan bahwa oknum MH tersebut bukan merupakan karyawan PT Angkasa Pura Indonesia. Yang bersangkutan merupakan tenaga alih daya (outsourcing) yang ditugaskan oleh perusahaan mitra penyedia jasa tenaga kerja untuk diperbantukan di unit AVSEC.

Sebagai langkah komitmen terhadap integritas dan lingkungan kerja yang bersih, PT Angkasa Pura Indonesia telah mengambil tindakan tegas kepada oknum yang tersangkut kasus pelanggaran hukum tersebut yaitu berupa mengembalikan oknum tenaga alih daya dimaksud kepada perusahaan mitra penyedia jasa tenaga kerja tersebut dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib.

“Kami mengambil tindakan tegas terhadap satu oknum outsourcing karena tersangkut kasus penyelundupan barang terlarang yang diungkap Polda Kalimantan Timur. Tindakan tegas berupa pemutusan hubungan kerja terhadap oknum tersebut melalui pemulangan ke Instansi asalnya pada tanggal 16 April 2026,” kata Maya Damayanti, menegaskan.

Maya menyatakan bahwa Bandara Supadio sejak awal terus mendukung penuh penyelidikan oleh Polda Kalimantan Timur. PT Angkasa Pura Indonesia menghormati dan mendukung penuh seluruh proses Hukum yang sedang berjalan, serta bersikap kooperatif dengan pihak Kepolisian maupun Instansi berwenang lainnya dalam mengusut tuntas kasus ini.

“Setelah penyelidikan yang dilakukan, dipastikan tidak ada keterlibatan karyawan lain di Bandara Supadio, baik karyawan organik maupun tenaga alih daya dalam kasus tersebut. Kami akan melakukan background check yang lebih ketat bagi seluruh personel,” ujar Maya.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan tidak mentolerir perilaku pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum tersebut. Dan Kami berterima kasih kepada Pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah yang selalu mendukung Bandara Supadio dalam menciptakan lingkungan yang bersih, profesional, aman dan nyaman,” ucap Maya, menambahkan.

Manajemen Bandara Internasional Supadio berkomitmen untuk semakin memperketat pengawasan, mengevaluasi sistem kerja, serta meningkatkan pemantauan terhadap seluruh personel baik karyawan internal maupun tenaga alih daya guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa Bandara tetap terjaga dari segala bentuk tindakan melanggar hukum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....