Bonus Demografi Jadi Peluang Besar Kalbar
- 18 Mei 2026 16:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Hasil Survei Penduduk Antar Sensus atau SUPAS 2025 menunjukkan mayoritas penduduk Kalimantan Barat kini didominasi generasi muda produktif. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat mencatat jumlah penduduk Kalbar mencapai 5,77 juta jiwa. Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 26,17 persen atau penduduk kelahiran tahun 1997 hingga 2012 yang saat ini berusia sekitar 13 sampai 28 tahun.
Selain Gen Z, generasi milenial juga mendominasi dengan persentase 25,10 persen. Kemudian generasi post Gen Z sebesar 20,93 persen, generasi X 18,50 persen, baby boomer 8,52 persen, dan pre boomer 0,79 persen.
Kepala BPS Kalbar, Much Saichudin mengatakan, komposisi penduduk usia produktif menjadi peluang besar bagi Kalimantan Barat dalam menghadapi bonus demografi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Much Saichudin, kondisi tersebut perlu diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, serta ketersediaan lapangan kerja agar bonus demografi tidak berubah menjadi beban pembangunan.
“Hasil SUPAS 2025, angka rasio jenis kelamin Kalbar tercatat 105. Artinya, terdapat sekitar 105 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Kalimantan Barat,”ungkap Much Saichudin di Pontianak. Senin, 18 Mei 2026.
Sementara itu, angka ketergantungan penduduk berada di angka 44,93. Ini berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 penduduk usia nonproduktif usia 0 sampai 14 tahun dan 65 tahun ke atas.
SUPAS 2025 juga mencatat Total Fertility Rate atau angka kelahiran total berada di angka 2,25. Rata-rata perempuan di Kalbar melahirkan sekitar dua anak selama masa reproduksi. Sedangkan angka prevalensi kontrasepsi mencapai 68,73 persen.
Di sektor kesehatan, angka kematian bayi tercatat sebesar 14,83 per seribu kelahiran hidup, sementara angka kematian balita berada di angka 17,27. Persentase penduduk lansia Kalbar mencapai 9,88 persen.
Selain itu, tingkat kemampuan berbahasa Indonesia masyarakat Kalbar mencapai 98,51 persen. Prevalensi disabilitas berada di angka 2,25 persen dan migrasi risen atau perpindahan penduduk antarprovinsi tercatat sebesar 0,75 persen.
Much Saichudin menambahkan, data SUPAS 2025 menjadi dasar penting pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan pelayanan sosial masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....