Pertambangan dan Belanja Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

  • 14 Mei 2026 14:32 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat (Kalbar) pada awal tahun 2026 yang mencapai 6,14 persen dinilai telah sesuai dengan skenario yang disusun Pemerintah Provinsi Kalbar. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Prof Edi Suratman menyebut target pertumbuhan ekonomi daerah sejak awal memang dipatok minimal berada di angka 6 persen.

Menurut Edi, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi alamiah Kalbar. Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi daerah berada di kisaran 5 persen, kini sudah bergerak naik hingga menembus angka 6 persen pada triwulan awal 2026.

Ia berharap pertumbuhan ekonomi itu dapat terus konsisten hingga triwulan keempat tahun 2026. Dengan kondisi tersebut, secara keseluruhan Kalbar diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas target pemerintah daerah sepanjang tahun ini.

“Ada kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi pada tiga triwulan berikutnya. Sebab, pertumbuhan 6,14 persen saat ini masih sangat bergantung pada sejumlah faktor utama yang menopang laju ekonomi daerah,” katanya, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia menjelaskan, salah satu penopang terbesar berasal dari sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh hingga 34 persen. Selain itu, dari sisi pengeluaran, tingginya belanja pemerintah yang mendekati 29 persen juga menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Kalbar pada awal tahun 2026.

Tidak hanya itu, konsumsi rumah tangga masyarakat juga relatif tinggi karena adanya momentum kegiatan keagamaan dan budaya seperti puasa Ramadan, Idulfitri, Imlek, hingga Cap Go Meh. Berbagai momentum tersebut mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan dan daya beli masyarakat.

Edi menegaskan pertumbuhan ekonomi ini karena kombinasi pertambangan, belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga yang tinggi. Di triwulan selanjutnya dia memastikan tidak lagi menemukan hari besar keagamaan, dengan demikian ke depan harus memastikan pertumbuhan ekonomi pertambangan tetap tinggi dan belanja pemerintah juga tetap tinggi.

Baca juga: Heri Mustamin: Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Harus Berkualitas

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....