Perempuan Disabilitas Kalbar Bangkit, HWDI Gelar Pelatihan Facial dan Massage
- 11 Mei 2026 13:06 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) DPD Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar pelatihan facial dan massage bagi perempuan disabilitas sebagai upaya meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, dan mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung pada 11 hingga 13 Mei 2026 tersebut mendapat dukungan dari PT IPC Terminal Petikemas, melalui program CSR serta melibatkan tim dari PT Rembaka La Tulipe Cosmetiques sebagai pemateri pelatihan kecantikan dan perawatan wajah.
Ketua HWDI DPD Kalbar, Linda Fardini, Senin, 11 Mei 2026, mengatakan, pelatihan ini menjadi langkah penting untuk membangkitkan kembali semangat perempuan disabilitas agar mampu mandiri dan berkarya di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melaksanakan pelatihan keterampilan bagi kawan-kawan disabilitas, tetapi juga memperkenalkan kembali keberadaan HWDI DPD Kalimantan Barat kepada masyarakat. Kami ingin menyampaikan bahwa HWDI Kalbar siap menjadi mitra kolaborasi bersama pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan ramah disabilitas,” ujarnya.
Menurut Linda, pelatihan tersebut bukan hanya sekadar kegiatan keterampilan, melainkan simbol kebangkitan perempuan disabilitas di Kalbar untuk memiliki ruang berkembang yang setara. “Kami percaya ketika perempuan disabilitas diberi kesempatan, mereka tidak hanya mampu berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberi manfaat besar bagi keluarga, masyarakat, dan daerah,” katanya.
Sementara itu, Regional Promotion Manager PT Rembaka La Tulipe Cosmetiques, Kusumarini menjelaskan, pelatihan selama tiga hari itu dirancang mulai dari pemberian teori hingga praktik langsung facial dan massage. “Hari pertama peserta diberikan materi mengenai jenis kulit dan masalah kulit. Ini penting supaya nanti saat melakukan home service facial, mereka memahami kondisi kulit pelanggan dan tidak salah menggunakan produk,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemahaman tentang jenis kulit menjadi dasar penting agar peserta dapat memberikan perawatan yang aman dan tepat. “Kalau salah menggunakan produk, takutnya akan terjadi iritasi, kemerahan, ataupun jerawat. Makanya kami benar-benar concern supaya peserta paham dulu jenis kulit dan masalah kulit,” katanya.
Pada hari kedua, peserta akan mengikuti praktik facial mulai dari pembersihan wajah, penggunaan masker, hingga penggunaan alat-alat kecantikan seperti uap wajah dan alat pengencang wajah.
Menurut Kusumarini, keterampilan tersebut diharapkan bisa menjadi peluang usaha bagi peserta setelah pelatihan selesai. “Harapannya peserta nantinya mempunyai skill sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari ilmu yang didapatkan selama pelatihan ini,” ujarnya.
Dibagian lain, Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan mengatakan, dukungan terhadap pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas perempuan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi peserta, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan rasa percaya diri para perempuan disabilitas untuk lebih mandiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi bersama HWDI Kalimantan Barat menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat.
“Melalui program CSR ini, kami ingin hadir memberikan manfaat yang berkelanjutan serta mendukung lahirnya masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya,” tambah Daniel
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar yang memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan.
Plt Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar Ayub Barombo melalui Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil, Permai Budi Susatiyo mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh apa yang dilakukan oleh HWDI untuk pemberdayaan khususnya bagi perempuan.
Dalam kesempatan itu, ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus membangun semangat kolaborasi serta menciptakan ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas. “Disabilitas bukanlah batas untuk berkarya, dan keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi bermanfaat bagi sesama,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Perpustakaan Pontianak Ramah Disabilitas
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....