Harganas Ke-33 Gaungkan Pentingnya Kehadiran Ayah

  • 21 Jun 2026 12:21 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kehadiran ayah dalam pengasuhan anak menjadi sorotan utama peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 di Kalbar. Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) digelar meriah di halaman Museum Negeri Kalbar, Minggu, 21 Juni 2026.

Kegiatan ini dirangkai dengan senam bersama, pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", peringatan Harganas tahun ini menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui surat edaran Gubernur Kalbar yang mendorong ayah hadir dalam momen penting anak, termasuk saat pengambilan rapor di sekolah.

"Tema tahun ini adalah Ayah Wajib Hadir. Jangan sampai ayah merasa terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak memberikan perhatian kepada keluarga. Kehadiran ayah sangat diperlukan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Selain menyoroti peran ayah dalam keluarga, Harisson juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga rutin. Ia menilai kesadaran berolahraga di kalangan laki-laki masih relatif rendah dibandingkan perempuan.

"Saya lihat yang hadir senam tadi hanya ibu-ibunya. Harusnya bapak-bapaknya juga ikut senam supaya badan lebih sehat," katanya.

Menurut Harisson, banyak penyakit tidak menular yang kini menyerang kaum pria dipicu pola hidup kurang sehat, tingginya kadar kolesterol, minim aktivitas fisik, serta tekanan pekerjaan yang berdampak pada kualitas kesehatan dan harapan hidup.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Nyigit Wudi Amini, menjelaskan tema "Ayah Wajib Hadir" sejalan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang saat ini sedang digencarkan secara nasional. Ia mengatakan gerakan tersebut lahir sebagai respons terhadap fenomena fatherless, yakni kondisi ketika ayah hadir secara fisik di rumah tetapi tidak terlibat aktif dalam proses pengasuhan anak.

"Kita melihat ada fenomena fatherless. Ayah ada di rumah, tetapi tidak terlibat dalam pengasuhan. Rata-rata hanya berperan mencari nafkah, sementara urusan anak dan pengasuhan diserahkan sepenuhnya kepada ibu," ucapnya.

Menurut Nyigit, keterlibatan ayah sangat penting dalam membentuk pribadi anak yang utuh. Bahkan dalam kondisi tertentu ketika sosok ayah tidak ada, peran tersebut dapat digantikan oleh anggota keluarga terdekat seperti kakek, paman, atau figur laki-laki lain yang mampu memberikan pendampingan dan teladan.

"Intinya bagaimana sosok ayah hadir dalam pengasuhan keluarga. Kehadiran ayah akan membentuk pribadi yang utuh bagi anak-anak Indonesia. Karena itu mari para ayah meningkatkan keterlibatan dalam pengasuhan anak," katanya.

Ia juga mengajak generasi muda yang baru menikah maupun pasangan yang sedang mempersiapkan kehadiran anak untuk mulai memahami pola pengasuhan yang baik. Menurutnya, pengasuhan bukan hanya tugas ibu, melainkan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Melalui peringatan Harganas ke-33 ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa semakin meningkat, dengan peran ayah yang lebih aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak di lingkungan keluarga.

Baca juga: Harganas Ke-32 dari Keluarga Menuju Indonesia Baru

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....