Jembatan Kapuas II Jadi Titik Rawan Kemacetan
- 09 Mei 2026 16:18 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kemacetan dan tingginya kecelakaan di Jembatan Kapuas II dinilai membutuhkan solusi percepatan pembangunan infrastruktur baru segera.
Permasalahan lalu lintas di Kota Pontianak disebut semakin kompleks dan sudah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah, baik pemerintah kota, provinsi, maupun pusat.
Pengamat Sosial Kemasyarakatan Kalbar, Syarif Izhar Alaydrus, menilai salah satu persoalan paling mendesak saat ini ialah kemacetan di Jembatan Kapuas II yang menghubungkan Jalan Adisucipto dengan jalur Trans Sungai Ambawang.
“Yang kita bicarakan di sini adalah kemacetan di Jembatan Kapuas II terkait perlunya duplikasi jembatan tersebut,” ujarnya di Pontianak, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurutnya, persoalan itu sebenarnya bukan hal baru. Sejak pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah pada 2012, kebutuhan pembangunan tambahan jembatan di kawasan Pontianak dan sekitarnya sudah pernah dikaji.
Saat itu, kata dia, perhitungan lalu lintas menunjukkan idealnya dibutuhkan lima jembatan yang menghubungkan kawasan Pontianak dan daerah seberang.
Namun hingga kini, infrastruktur yang tersedia baru Jembatan Kapuas I, Jembatan Kapuas II, serta satu jalur duplikasi, sehingga masih diperlukan tambahan dua jembatan lagi.
“Oleh karena itu, saat ini duplikasi Jembatan Kapuas II sudah sangat mendesak untuk dipikirkan,” tegasnya.
Selain duplikasi Kapuas II, ia juga mengusulkan percepatan pembangunan Jembatan Kapuas III yang direncanakan menghubungkan Sungai Rengas dengan Wajok.
Ia menilai pembangunan jembatan tambahan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan arus kendaraan dari berbagai wilayah. Pasalnya, titik pertemuan arus kendaraan di Jembatan Kapuas II tidak hanya berasal dari arah timur seperti Sintang, Sanggau, dan Kapuas Hulu, tetapi juga dari wilayah utara seperti Sambas dan Singkawang.
Kondisi itu membuat kawasan sekitar jembatan menjadi titik rawan kemacetan sekaligus kecelakaan lalu lintas. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, tercatat sekitar 18 kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa terjadi di kawasan tersebut sepanjang Januari hingga Mei 2026. Ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan wakil rakyat di tingkat pusat.
Menurutnya, anggota DPR RI asal Kalbar yang berada di komisi pembangunan maupun perhubungan perlu mendorong dukungan anggaran pusat untuk percepatan pembangunan jembatan baru.
“Saya kira persoalan ini sudah sangat krusial dan harus segera dijawab agar kemacetan serta kecelakaan tidak terus berulang,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....