Kartini Masa Kini Harus Kuasai Informasi dan Literasi Digital
- 22 Apr 2026 22:48 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Momentum Hari Kartini menjadi refleksi penting bagi peran perempuan dalam mendorong keterbukaan informasi publik di Indonesia. Hal ini mengemuka dalam dialog yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Pontianak, Selasa, 21 April 2026, bersama Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat dan perwakilan generasi muda.
Komisioner Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat, Padmi Januarni Chendramidi, menegaskan bahwa semangat Kartini masih sangat relevan, khususnya dalam memperjuangkan akses informasi yang setara bagi perempuan.
“Perempuan harus menjadi agen keterbukaan informasi, bukan hanya sebagai penerima, tetapi juga penyebar informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Padmi, keterbukaan informasi publik menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera, dan tidak diskriminatif. Ia menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan akses informasi seluas-luasnya kepada seluruh warga, termasuk perempuan.
“Tidak boleh ada warga negara kelas dua. Perempuan harus dipandang setara dan memiliki hak yang sama dalam menyampaikan gagasan serta berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa meski akses teknologi semakin luas, tantangan masih ada, seperti stereotip gender dan keterbatasan literasi informasi di kalangan perempuan.
“Masih ada pandangan bahwa perempuan hanya berperan di ranah domestik. Ini harus diubah dengan edukasi dan dukungan dari semua pihak, termasuk laki-laki,” katanya.
Sementara itu, Terbaik 2 Duta Bahasa Kalimantan Barat 2025, Kania Salsabila, menilai generasi muda khususnya perempuan, memiliki peran besar dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi.
“Kami generasi muda banyak mengambil referensi dari media sosial. Karena itu, penting untuk memastikan informasi yang disebarkan benar dan menggunakan bahasa yang baik,” ujarnya.
Kania juga mengingatkan pentingnya literasi digital untuk menghindari hoaks di tengah banjir informasi.
“Kita harus bijak menyaring informasi. Jangan langsung percaya, tapi cek kebenarannya agar tidak terjebak hoaks,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perempuan masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta aktif berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas diri.
“Perempuan harus menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu menginspirasi. Karena dari perempuan akan lahir generasi masa depan bangsa,” tuturnya.
Dialog tersebut juga menyoroti peran Komisi Informasi dalam mendorong literasi publik melalui edukasi kepada badan publik serta program afirmasi bagi kelompok perempuan agar lebih mudah mengakses informasi.
Keduanya berharap, perempuan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga motor penggerak dalam menciptakan masyarakat yang terbuka, kritis, dan berdaya.
Baca juga: Perempuan Jadi Pilar Moderasi Beragama, Ini Peran Strategisnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....